Journal of Agriculture and Animal Science

Journal of Agriculture and Animal Science (P-ISSN 2829-6419 | E-ISSN 2808-6481) is online journal system published by Universitas Muhammadiyah Kotabumi. Journal of Agriculture and Animal Science publishes the results of research and original reviews related to the biosciences, biotechnology, and biological resources in the fields of agriculture and animals science. Journal of Agriculture and Animal Science covers a variety of research topics : Agriculture includes crop cultivation and engineering,... Readmore

Journal of Agriculture and Animal Science (P-ISSN 2829-6419 | E-ISSN 2808-6481) is online journal system published by Universitas Muhammadiyah Kotabumi. Journal of Agriculture and Animal Science publishes the results of research and original reviews related to the biosciences, biotechnology, and biological resources in the fields of agriculture and animals science. Journal of Agriculture and Animal Science covers a variety of research topics : Agriculture includes crop cultivation and engineering, plant breeding and biotechnology, crop and land management technology, agricultural ecosystems, exploration of fertilizers and pesticides, plant pests, all agricultural agribusiness activities (the manufacture and distributi... Readmore

ISSN
2829-6419 (printed) | 2808-6481 (online)
Published
2024-10-21
Accreditation
sinta-4

Articles

Peluang Peningkatan Pendapatan Petani di Kecamatan Abung Selatan dengan Usahatani Bawang Merah

Bawang merah merupakan komoditas pertanian hortikultura yang dibutuhkan dalam kegiatan rumah tangga sehari-hari. Kebutuhan bawang merah yang tinggi merupakan prospek untuk pengembangan usahatani bawang merah. Namun harga bawang merah yang fluktuatif akan mempengaruhi pendapatan yang diperoleh oleh petani. Pendapatan adalah bagian penting dalam kegiatan usahatani yang menunjukkan apakah usahatani yang dilakukan petani memberikan manfaat lebih atau tidak kepada petani. Komoditas pertanian baru di suatu wilayah akan mampu berkembang apabila dapat memberikan insentif kepada petani.  Pemerintah Kabupaten Lampung Utara berupaya mengembangkan tanaman bawang merah dalam rangka pemenuhan kebutuhan lokal bawang merah.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeatahui tingkat pendapatan usahatani bawang merah di Kecamatan Abung Selatan dan untuk mengetahui kelayakan usahatani bawang merah di Kecamatan Abung Selatan. Rata-rata pendapatan usahatani bawang merah di Kecamatan Abung Selatan, Kabupaten Lampung Utara atas biaya sebesar Rp 5.439.354,17 per usahatani, dan rata-rata pendapatan atas biaya total sebesar Rp 2.165.931,55 per usahatani.  Hasil tersebut menunjukkan bahwa usahatani bawang merah di Kecamatan Abung Selatan berpeluang meningkatkan pendapatan petani.Nilai R/C rasio usahatani bawang merah di Kecamatan Abung Selatan, Kabupaten Lampung Utara adalah 2,36 (atas biaya tunai) dan 1,30 (atas biaya total).  Hasil tersebut menunjukkan usahatani bawang merah layak untuk diusahakan.

Pengaruh Pemberian Rebusan Krokot (Portulaca oleracea L) Dalam Air Minum Terhadap Persentase Organ Dalam Ayam Broiler

Merespon larangan penggunaan Antibiotic Growth Promoter (AGP) dalam pakan unggas karena dapat menyebabkan retensi bagi manusia, maka diperlukan observasi untuk memanfaatkan berbagai senyawa yang terkandung di dalam tumbuhan untuk dapat dijadikan sebagai alternatif AGP. Krokot adalah salah satu tumbuhan yang diketahui dapat digunakan sebagai alternatif AGP. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pemberian rebusan krokot (RK) dalam air minum terhadap  persentase organ dalam ayam broiler. Penelitian ini dilakukan menggunakan rancangan acak lengkap dengan empat perlakuan dan lima ulangan. Dosis RK yang dipakai yaitu kontrol (tanpa rebusan krokot dalam air minum), 25 mL RK/1 liter air minum (Kr25), 50 mL RK/1 liter air minum (Kr50), dan 75 mL RK/1 liter air minum (Kr75). Data yang diperoleh kemudian dianalisis ANOVA. Apabila terdapat perbedaan yang nyata (P<0.05) maka dilanjutkan dengan uji Tukey. Hasil penelitan menunjukkan bahwa pemberian dosis rebusan krokot hingga 75 mL/1 liter air minum tidak mempengaruhi persentase hati, gizzard, dan usus halus ayam broiler (P>0.05). Walaupun tidak mempengaruhi persentase organ dalam, pemberian rebusan krokot diketahui dapat menghasilkan persentase organ dalam yang berada pada kisaran normal. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa pemberian rebusan krokot dalam air minum dapat dimanfaatkan sebagai alternatif AGP bagi ternak ayam tanpa memberikan efek negatif.

Kualitas Karkas Broiler dengan Penggunaan Berbagai Level Bungkil Inti Sawit Terfermentasi dalam Pakan sebagai Pengganti Jagung

Kualitas karkas broiler diharapkan mampu dipengaruhi oleh Pergantiaan Bungkil Inti Sawit Fermentasi (BISF) dengan jagung pada pakan. Koefisien keberagaman 6,15% dengan rata rata bobot badan 38,7 ±1,195 g dari 100 ekor Day Old Chicken (DOC)Unsexed. Penelitian ini menggunakan percobaan lapang dengan Racangan Acak Lengkap (RAL)denganlima perlakuan dan empat  ulangan. Perlakuan terdiri dari T0: 60% jagung dengan 0% BISF, T1: 45 % jagung dengan 15 % BISF, T2: jagung 30 % dengan 30 % BISF, T3: jagung 15 % dengan 45 % BISF, T4: jagung 0 % dengan 100 % BISF. Bobot karkas, karkas (%) deposisi daging bagian dada(%), dan deposisi daging bagian paha(%)  adalah variable pengamatan. Data dari Rancangan Acak Lengkap kemudian dianalisis dengan ANOVA dan dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan jika adanya perbedaan. Hasil penelitian BISF adanya perbedaan sangat nyata terhadap bobot karkas,  karkas(%) dan  deposisi daging bagian dada(%), tetapi  tidak adanya dampak pada  deposisi daging bagian paha(%). Disimpulkan dengan demikian pergantian BISF dalam pakan  memberikan efek yang setara kepada karkas broiler

Efektivitas Pestisida Imidakloroprid Spirotetramat Terhadap Populasi Hama pada Tanaman Semangka

Semangka (Citrullus vulgaris, Schard) adalah buah yang sangat disukai orang Indonesia karena rasanya yang manis, renyah, dan banyak airnya. Dari data Badan Pusat Statistik Provinsi Lampung menyatakan bahwa Provinsi Lampung memiliki total produksi semangka sebesar 19.442 t-1 tahun-1 dan mendapat peringkat ke 5 dalam produksi semangka se-Indonesia setelah Jawa Timur, Jawa Tengah, Sumatera Utara dan Bali (BPS, 2022). Namun, dalam kegiatan budidaya tanaman semangka terkendala dengan organisme pengganggu tanaman (OPT), menurut Kumbara (2024) menyatakan bahwa hama yang menyerang tanaman semangka dan bahkan menurunkan produksi adalah ulat grayak, kutu kebul, lalat buah dan kepik hijau. Salah satu cara yang digunakan petani untuk mengendalikan hama pada tanaman semangka dengan pestisida. Pestisida adalah salah satu komponen penting dalam pertanian yang dapat membantu petani mengatasi organisme pengganggu. Pestisida yang digunakan dalam penelitian ini berbahan aktif Imidakloroprid Spirotetramat. Imidakloroprid Pirotetramat berfungsi untuk menghentikan biosintesis lipid dan menjadi alternatif baru. Penelitian ini dilakukan di Desa Makarti Jaya, Kecamatan Tumijajar, Kabupaten Tulang Bawang Barat, sejak Bulan April 2024 hingga Juni 2024. Penelitian menggunakan metode deskriptif. Penelitian ini melibatkan semua petani yang menanam semangka jenis Juve di berjumlah 30 petani dengan luas lahan antara 2500 m-2 ha-1 dan lebih. Sampel yang digunakan untuk penelitian ini adalah total populasi, yaitu 30 petani. Perlakuan yang diamati adalah populasi hama pada tanaman semangka. Simpulan dari penelitian ini adalah pestisida yang mengandung pestisida Imidakloroprid + Spirotetramat dengan aplikasi tepat waktu, tepat dosis, dan tepat sasaran efektif mengendalikan hama kutu kebul (Bemissia tabaci), thrips, kepik Hijau (Nezara viridula L.), lalat Buah (Bactrocera sp), dan ulat Grayak (Spodoptera frugiperda) pada tanaman semangka di Kecamatan Tumijajar Kabupaten Tulang Bawang Barat.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Minat Masyarakat Dalam Usaha Burung Walet di Kecamatan Basala Kabupaten Konawe Selatan

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi minat masyarakat dalam mengembangkan usaha sarang burung walet di Kecamatan Basala, Kabupaten Konawe Selatan. Lokasi penelitian dipilih secara purposive sampling. Variabel penelitian ini adalah pendapatan, harga jual, modal usaha, lingkungan keluarga, lingkungan masyarakat, dan pemasaran Analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai koefisien regresi variabel pendapatan (X1=0,139), harga jual (X2=0,348), modal usaha (X3=0,130), lingkungan keluarga (X4=0,145), lingkungan masyarakat (X5=0,152), dan variabel pemasaran (X6=0,259), semuanya berperan dalam mempengaruhi minat masyarakat dalam mengembangan usaha sarang burung walet di Kecamatan Basala Kabupaten Konawe, dengan nilai koefisien determinasi (R2 ) sebesar 0,940 artinya variabel independen sebesar 94% mempengaruhi variabel dependen, sedangkan faktor lain di luar variabel penelitian sebesar 6%.

Upaya Meningkatkan Produksi Sapi Potong melalui Penerapan Genetika

Di Indonesia, sapi potong tidak hanya sebagai salah satu sumber protein asal hewan, tetapi juga berperan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi. Peningkatan produksi sapi potong dalam memenuhi kebutuhan protein hewani akan terus meningkat. Salah satu aspek penting yang dapat mempengaruhi produktivitas sapi adalah genetika. Genetika merupakan fondasi dalam upaya meningkatkan produktivitas dan kualitas ternak sapi potong. Penerapan genetika dalam peternakan sapi potong yang dapat dilakukan diantaranya adalah seleksi, perkawinan silang, bioteknologi produksi, pemanfaatan marker molekuler dan rekayasa genetika. Penerapan genetika dalam upaya meningkatkan produksi sapi potong menunjukkan potensi yang sangat besar. Teknik-teknik seperti seleksi genetik, inseminasi buatan, dan transfer embrio telah terbukti efektif dalam memperbaiki sifat-sifat produksi seperti pertumbuhan dan kualitas daging.  Namun, keberhasilan penerapan teknologi genetika sangat bergantung pada kualitas data genetik, pengelolaan data yang baik, serta dukungan infrastruktur yang memadai. Peningkatan produksi sapi potong melalui penerapan genetika merupakan upaya yang kompleks dan memerlukan pendekatan multidisiplin. Selain aspek genetik, faktor lingkungan, nutrisi, kesehatan, dan manajemen pemeliharaan juga berperan penting. Oleh karena itu, integrasi antara ilmu genetika dan peternakan sangat diperlukan untuk mencapai hasil yang optimal. Pengembangan program pemuliaan yang berkelanjutan, pemanfaatan teknologi informasi, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi kunci keberhasilan upaya ini.

Peningkatan Produktivitas Rumput Gajah (Pennisetum purpureum) Dengan Pemberian Pupuk Urea

Hijauan merupakan sumber pangan utama khususnya ternak ruminansia dan dibutuhkan secara terus menerus. Rumput gajah ialah pakan hijauan terbaik untuk ternak akan tetapi untuk produktivitas saat ini kurang optimal. Hal ini karena lahan yang digunakan ialah lahan kering (peladangan) sehingga lahan tersebut miskin unsur hara, sehingga perlu dilakukan alternatif untuk peningkatan produksinya dengan menambahkan nutrisi hara dengan pemupukan. Dengan pemberian pupuk diharapkan mampu meningkatkan produksi rumput gajah. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui penggunaan pupuk urea dalam produktivitas rumput gajah  dan untuk mengetahui level pemberian urea terhadap produktivitas Rumput Gajah (Pennisetum purpureum). Studi eksperimen ini dilakukan dengan menggunakan rancangan acak lengkap RAL, yang terdiri dari empat perlakuan.  Adapun perlakuanya adalah P0 : Tanpa Pupuk (kontrol), P1 : Pupuk urea level 100 kg ha-1, P2 : Pupuk urea level 150 kg ha-1, P3 : Pupuk level dosis 200 kg/ha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pupuk urea benar benar berdampak nyata pada tinggi tanaman rumput gajah ketika tanaman berumur 15, 30, 45, dan 60 HST. Serta berdampak nyata pada diameter batang, jumlah anakan, dan bobot segar tanaman rumput gajah pada umur 30 HST. penambahan urea dengan dosis sebanyak 200 kg ha-1 dengan rincian bobot segar tanaman yaitu 6,12 kg/rumpun dapat mempengaruhi produktivitas rumput gajah.

Pengaruh Faktor Produksi Terhadap Pendapatan Usahatani Singkong di Desa Bandar Putih Kabupaten Lampung Utara

Usahatani singkong memiliki angka produktivitas tinggi.serta tahan serangan penyakit (Purnomo, D., & Kusuma, M. P, 2022). Data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2020 menerangkan produksi singkong di Provinsi Lampung menempati urutan pertama provinsi dengan tingkat produksi tertinggi di Indonesia. Produksi singkong Provinsi Lampung mengalami penurunan dari tahun 2016 sampai 2019, tetapi tahun 2020 produksi singkong di Provinsi Lampung mengalami peningkatan dengan jumlah produksi sebesar 6.649.709 ton. Lokasi penelitian di Desa Bandar Putih. Penelitian dilakukan dibulan Januari sampai Maret tahun 2024. Petani yang menjadi responden berjumlah 62 petani. Usahatani singkong dengan luas lahan per ha memperoleh peneriman sebesar  Rp 36.732.910, sedangkan untuk total biaya tunai untuk luas lahan per ha adalah Rp 354.483 dan total biaya yang diperhitungkan adalah Rp.11.963.138, sehingga total biaya usahatani singkong dengan luas lahan 1 ha adalah Rp. 12.317.620. Pendapatan usahatani singkong yang diperoleh petani sebesar Rp.24.415.289, untuk R/C ratio sebesar 3.07 yang memiliki arti usahatani singkong sudah dijalankan secara efisien dan B/C ratio sebesar 1,98 yang memiliki arti usahatani singkong memberikan keuntungan kepada petani.  Faktor yang mempengaruhi pendapatan usahatani singkong meliputi luas lahan dan jumlah tenaga kerja, sedangkan untuk penggunaan pupuk, pestisida serta bibit tidak berpengaruh nyata pada pendapatan usahatani singkong

Efektivitas Biopestisida Ekstrak Daun dan Kulit Kakao terhadap Mortalitas dan Penghambatan Perkembangan Riptortus linearis

Riptortus linearis is an important pest of soybean plants. An alternative control method that utilizes toxic compounds from plants, known as botanical pesticides or biopesticides. This study aims to determine the effectiveness of cocoa leaf and bark extracts on the mortality and inhibition of the development of R. linearis at various concentrations. The research was conducted in two locations, namely in the experimental garden and at the Laboratory of Universitas Satu Nusa Lampung. The research was conducted over four months from July to October 2024. This experiment consists of seven treatments with three repetitions. The treatments consist of a control treatment or no treatment (B0), 1% cocoa leaf extract (B1), 2% cocoa leaf extract (B2), 3% cocoa leaf extract (B3), 2% cocoa pod husk extract (B4), 4% cocoa pod husk extract (B5), and 6% cocoa pod husk extract (B6). The research results show that the application of cocoa leaf and bark extracts significantly affects the mortality of R. linearis nymphs. The mortality of R. linearis nymphs increased until the end of the observation. Cocoa leaf and bark extracts significantly inhibit the development of R. linearis nymphs, as evidenced by their shorter lifespan and reduced appetite.

Indexer Sites