Articles

IMPLEMENTASI LESSON STUDY PADA PROSES PEMBELAJARAN KAJIAN PROSA FIKSI MAHASISWA SEMESTER III STKIP MUHAMMADIYAH KOTABUMI TAHUN AKADEMIK 2017/2018

Implementation of Lesson Study in the third semester students of Indonesian Language and Literature Study Program STKIP Muhammadiyah Kotabumi academic year 2017/2018. The aims of this article is to improve the process of studying of fiction Prose. The undertaken activities are the activities of the Lesson Study team which are consisted of model lecturers and observers (observers). The lesson Study activities are conducted three times open class. Each open class consists of four stages of activity, namely: planning (plan), implementation (do), observation and reflection (see). Each planning stage produces a learning plan, an MFI, and an assessment instrument. The learning process was done through the application of cooperative learning strategies “cooperative learning model typed”. The results obtained from the implementation of lesson study, namely increasing the liveliness, creativity, and student independence. Students' understanding of the subject matter of fiction prose fiction was increased. The quality of learning also was increased.
Sri Widayati

ANALYSIS OF TRANSLATION SHIFT IN THE INDONESIAN TRANSLATION DALIH PEMBUNUHAN MASSAL: GERAKAN 30 SEPTEMBER DAN KUDETA SUHARTO BY JOHN ROOSA OF AN ENGLISH DOCUMENT PRETEXT FOR MASS MURDER: THE SEPTEMBER 30TH MOVEMENT AND SUHARTO’S COUP D’ÉTAT IN INDONESIA

Penerjemahan teks dari satu bahasa ke bahasa lain adalah praktek yang lazim ditemui dalam berbagai konteks wacana, baik yang bersifat akademik, non-akademik, formal maupun nonformal. Namun demikian, dalam teks target hasil terjemahan seringkali terdapat masalah ketidaksetaraan pada tingkat kata ataupun pada tingkat tekstual. Penelitian ini adalah kajian pustaka yang bertujuan untuk mengungkap masalah-masalah ketidaksetaraan dalam alih bahasa dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia. Sumber data, yaitu  Dalih Pembunuhan Massal: Gerakan 30 September dan Kudeta Suharto yang merupakan alih bahasa oleh John Roosa dari dokumen bahasa Inggris Pretext for Mass Murder: The September 30th Movement and Suharto’s Coup d’État in Indonesia. Data ketidaksetaraan terjemahan diidentifikasi, diklasifikasikan, dan dianalisis berdasarkan teori Category Shift oleh Catford (1965). Hasil analisis data menunjukkan bahwa ada beberapa masalah ketidaksetaraan dalam empat pergeseran kategori menurut teori Catford, yaitu pergeseran struktur, pergeseran jenis kata, pergeseran tingkat, dan pergeseran intrasistem. Pergeseran struktur merupakan kasus yang paling banyak terjadi.
Sigit Suharjono

PENGEMBANGAN PROGRAM KEWIRAUSAHAAN DI PERGURUAN TINGGI

Entrepreneurship Education in college is important for all profession. Entrepreneurship education has been developed in almost all universities in Indonesia. College as one of the means and facitating role in shaping the young generation has an obligation to train and motivate the studens to give to become savvy  genaration, independent, creative, innovative and able to create business oportunities. Thus, every college immediately toward sole discreation to balance between higher education  reasearch institusion with entrepneurs forming institutions. Alumni are required to be innovative and creative in terms of their personal development through the creation of level playing field, so that future expected withextensive job  creation, economic growth in  the region will increase.  An entrepreneur is students who exploits his/her creativity to create something valuable either in the form of tangible or intangible.
Elizar Elizar

THE IMPLEMENTATION OF LESSON STUDY TO IMPROVE STUDENTS’ VOCABULARY MASTERY THROUGH TEAM ACCELERATED INSTRUCTION (TAI)

Untuk meningkatkan mutu pendidikan terutama ditingkat perguruan tinggi STKIP Muhammadiyah Kotabumi dibutuhkan upaya dan usaha tenaga pendidik atau dosen yang dapat memperbarui dan meningkatkan pembelajaran agar hasil belajar meningkat. Salah satu upaya yang dilakukan oleh para dosen, yaitu dengan menerapkan lesson study karena lesson study merupakan suatu proses kolaboratif atau model pembinaan profesi pendidik melalui pengkajian pembelajaran secara kolaboratif dan berkelanjutan berdasarkan prinsip-prinsip kolegalitas dan mutual learning. Untuk membangun learning community dilakukan tiga tahapan, yaitu plan, do, dan see. Dalam tahap plan dosen model menyampaikan lesson design yang sudah dirancang sesuai dengan tujuan pembelajaran pada mata kuliah vocabulary development program studi pendidikan bahasa Inggris semester satu kelas A. Dosen model menyiapkan lembar kerja mahasiswa untuk mengukur tingkat pemahaman terhadap materi yang sudah dipelajari.  Pada tahap do melalui model pembelajaran TAI, dosen menyuruh mahasiswa untuk membentuk kelompok beranggotakan 3 sampai 4. Dosen menjelaskan materi pembelajaran, setelah itu setiap mahasiswa pada masing-masing kelompok diberi lembar kerja yang pada awalnya mereka harus mengerjakanya masing-masing dan kemudian mereka dapat berdiskusi dengan sesama anggota kelompoknya. Jika mereka sudah selesai, dosen mengecek hasil kerjanya dengan cara mahasiswa mempresentasikanya ataupun juga dengan dibahas bersama-sama. Dosen jaga memberi apresiasi pada setiap kelompok yang dapat menjawab dengan benar, pada tahap ini dosen lainnya sebagai pengamat mengamati kegiatan mahasiswa selama proses pembelajaran berlangsung. Tahap yang terahir, yaitu see, pada tahap ini dosen model beserta para dosen lain atau para pengamat  dipandu dengan moderator menyampaikan temuan-temuan selama proses pembelajaran dan memberikan saran.Hal ini bertujuan untuk perbaikan agar proses pembelajaran pada tahap berikutnya lebih baik dan meningkat.
Rulik Setiani

IMPLEMENTASI LESSON STUDY DALAM MATA KULIAH ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOOPERATIF MAHASISWA SEMESTER VII STKIP MUHAMMADIYAH KOTABUMI

This article talks about The Implementation of Lesson Study on "Analisis Kesalahan Berbahasa" (Language Error Analysis) subject. The purpose of this research is to describe the implementation of lesson study and to see the effect of increasing cooperative skill of student. Based on the observation, the are some lesson learnt: a) the use of collaborative learning method could give space to student to make discussion, so it could increase student cooperative skill, b) there are intensive discussion on the partial group (consist of 2—4 members. It shows that implementation of lesson study could increase student cooperative.
Dewi Ratnaningsih

MORALITY: THE NEED OF TODAY’S EDUCATION

Character is very important aspect of human being. Having good character will contribute students to have good personality. Both parent and teacher have responsibility to inculcate the character to the children since they are elder person who usually interact with them. Morality is  part of character which is very needed today. The fact that some children loose their respect to the parent, teachers, and friends is a signal that there is a degradation of students character. School as places where students spend most of their time must give good contribution to students characters. The importance of teaching morality  and how to insert morality in school become the topic of this paper. It is hoped that by having good morality, indonesian education will become better and better which automatically makes the quality of indonesian education become highly improved.
Henny Yulia

PROSES KEGIATAN PENGKAJIAN PEMBELAJARAN SECARA KOLABORATIF DAN BERKELANJUTAN BERLANDASKAN PRINSIP KOLEGIALITAS DAN MUTUAL LEARNING UNTUK MEMBANGUN LEARNING COMMUNITY

(Lesson Study for Learning Community)

Lesson Study adalah kegiatan kolaboratif dari sekelompok pendidik untuk secara bersama-sama: (1) merencanakan pembelajaran (plan), (2) salah seorang pendidik (disebut guru/dosen model) melaksanakan pembelajaran di depan kelas dan pendidik lain (disebut observer) mengamati jalannya proses pembelajaran (do), dan (3) melakukan refleksi atau melihat lagi (see) pembelajaran yang telah dilaksanakannya, guna menemukan dan memecahkan masalah pembelajaran yang mungkin muncul. Fokus pengamatan para pendidik dalam kegiatan lesson study adalah mengamati peserta didik atau kelompok peserta didik yang saling belajar. Observer tidak hanya mengamati masalah pada diri seorang peserta didik atau kelompok peserta didik. Observer menganalisa faktor-faktor yang menjadi penyebab kegiatan belajar peserta didik tidak berjalan sesuai yang diharapkan. Berdasarkan hasil pengamatan observer serta melihat rekaman video dan evaluasi kegiatan peserta didik, guru/dosen model dapat menarik kesimpulan atas pembelajaran yang Ia laksanakan. Dengan demikian kegiatan lesson study bagi para pendidik ini akan benar-benar menjadi forum belajar untuk perbaikan pembelajaran berikutnya.
Rahmat Prayogi

IMPLEMENTASI LESSON STUDY MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TEAM GAMES TOURNAMENT (TGT) PADA MAHASISWA PRODI PBSI STKIP MUHAMMADIYAH KOTABUMI

This research is a qualitative descriptive research that aims to describe what it is about the activities of students study program in General Linguistics learning. Data collection is done by using planning stages (plan), implementation (do), and reflection (see) that focus on student activities. The subjects of this study are students of first semester of class A of PBSI study program. What is observed is the increase in student activity on each cycle. The research process is carried out with several stages: (a) conducting observations of research subjects, (b) performing data retrieval, (c) analyzing data on each cycle, (d) conducting discussion of the results of the analysis, (e) drawing conclusions of research results. The results showed that: 1) the implementation of learning through cooperative model Team Games Tournament can increase the activity, enthusiasm of students, 2) the implementation of learning with cooperative model Team Games Tournament can improve student ability.
Windo Dicky Irawan

PENINGKATAN KETRAMPILAN MENULIS MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION UNTUK SISWA KELAS X SMA NEGERI 2 ABUNG SEMULI TAHUN 2016

The main aim of this research is to make the teaching learning of Bahasa Indonesia  at class X of SMA Negeri  2 Abung Semuli, academic year 2016-2017 become interesting and effective. The research is classroom action research conducted in two cycles that involves plan, action, observation and reflection. The subject of the research was class X that consists of 32 students (18 females and 14 males ). There were three instruments used in the reseach : students’ writing ability , students’ activity,  and learning achievement. This study found that the use of Group investigation model of learning can increase the effectiveness the Bahasa Indonesia  learning process at class X. The effectiveness of learning process is shown by improvement of the achievement at (1) the percentage of students’ writing ability that reached the target from 68.95% (cycle 1) becomes 72,28 % (cycle 2) or increased 3,33 %.(2) The percentage of students’ activity in cycle 1 was 73,64  % became 76,42 % that meant the increased  2,78 %,(3) the persentage of learning achievement   also increased from 75,97 % (cycle 1) to 78,22 % (cycle 2) , the increase was 2,25 %. The result of learning using Group investigation model is achieved through the following stages: (1) pre-activity, teacher prepared students by informing the learning objective, giving motivation, preparing the material and putting the students into groups. (2) main step, the students in group were distributed the topic problem, group presentation, personal task, plenary discussion, conclusion and (3) post-activity, making a resume of the material and teaching learning reflection.
Mariman Mariman

IMPROVING STUDENTS’ ABILITY IN EXPRESSING OPINION THROUGH GROUP INVESTIGATION AT THE STUDENTS CLASS XI IPA 1 SEMESTER 1 SMA NEGERI 1 ABUNG SEMULI ACADEMIC YEAR 2016-2017

The objective of this research is to make the teaching learning of English at class XI IPA 1 of SMA Negeri 1 Abung Semuli, academic year 2016-2017 become interesting and effective. The research is classroom action research conducted in two cycles that involves plan, action, observation and reflection. The subject of the research was class XI IPA 1 that consists of 37 students (25 females and 12 males ). There were four instruments used in the reseach : teacher’s activity, students’ activity, active students and learning achievement. This study found that the use of Group Investigation model of learning can increase the effectiveness the English learning process at class XI IPA 1. The effectiveness of learning process is shown by improvement of the achievement at (1) the percentage of teacher’s activity that reached the target from 61.95% (cycle 1) becomes 80% (cycle 2) or increased 18,05%.(2) The percentage of students’ activity in cycle 1 was 41,66 % became 65,91% that meant the increased  24,25 %,(3) the persentage of active students also increased from 40,54 % (cycle 1) to 83,78 % (cycle 2) , the increase was 43,24 %, and (4) the percentage of speaking score was 24,32% (cycle 1) became 73,00% (cycle 2), means the increase wa 48,68 %. The result of learning using Group Investigatio model is achieved through the following stages: (1) pre-activity, teacher prepared students by informing the learning objective, giving motivation, preparing the material and putting the students into groups. (2)main step, the students in group were distributed the topic problem, group presentation, personal task, plenary discussion, conclusion and (3) post-activity, making a resume of the materail and teaching learning reflection.
A. Mukhtar Majid

CHARACTER EDUCATION FOR INDONESIA IN GLOBALIZATION ERA

Tidak dapat dipungkiri bahwa keberadaan dan keberadaan globalisasi membawa dan memberikan banyak pengaruh dalam berbagai pada sektor pendidikan. Tentunya, ini akan menjadi suatu permasalahan jika sekolah/lembaga tidak mengamati secara komprehensip dan memperhatikan dengan baik terhadap setiap pengaruh dan perkembangan yang tampak dari globalisasi. Pendidikan menghasilkan kebiasaan hidup bagi seseorang. Ini bisa dilihat dari perubahan nilai-nilai budaya yang ada pada individu dan masyarakatnya. Pengimplementasian budaya berdasakan karakter pendidikan adalah hal-hal yang pokok dari pentingnya kebudayaan bagi seorang individu.
Dewi Sri Kuning

COMPREHENDING CLASSROOM INTERACTION DEPICTED IN EDUCATIONAL VIDEO BY APPLYING TOP-DOWN AND BOTTOM-UP TECHNIQUE THROUGH LSLC BASED LEARNING

Artikel ini menganalisis tentang bagaimana Lesson Study for Learning Community (LSLC) berkontribusi pada hasil belajar siswa. Suatu pembelajaran berbasis LSLC di kelas menyimak telah diadakan oleh penulis untuk mengetahui lebih jauh lagi bagaimana suatu pembelajaran kolaboratif mempengaruhi kemajuan siswa. Tujuan artikel ini adalah memberi gambaran bagaimana siswa memahami interaksi kelas yang digambarkan dalam video pembelajaran dengan pengaplikasian tekhnik top-down dan bottom-up melalui pembelajaran berbasis LSLC. Hasil pembelajaran di kelas menunjukkan bahwa dengan mengelompokkan siswa ke dalam distribusi kelompok yang setara dapat menarik siswa untuk mempunyai keberanian yang lebih besar dalam mengekspresikan pendapat, menunjukkan empati bagi setiap anggota kelompok dalam memahami materi, dan memiliki tujuan akhir bahwa setiap anggota kelompok harus mendapatkan pengetahuan yang sama. Di luar perbedaan tingkat pemahaman yang disebabkan oleh kemampuan siswa, pembelajaran berbasis LSLC berhasil membuat siswa memiliki usaha yang lebih untuk meningkatkan potensi diri mereka.
Rini Susilowati

THE INFLUENCE OF THINK-ALOUD STRATEGY AND READING INTEREST TOWARD READING COMPREHENSION STUDENTS OF ADAB FACULTY IAIN RADEN FATAH PALEMBANG

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah: (1) ada perbedaan yang signifikan dalam pemahaman membaca dengan menggunakan strategi think-aloud dan strategi konvensional; (2) ada perbedaan yang signifikan dalam pemahaman membaca antara strategi think-aloud dan teknik konvensional berdasarkan tingkat high level dalam minat membaca; (3) ada perbedaan yang signifikan dalam pemahaman membaca antara strategi think-aloud dengan menggunakan teknik konvensional berdasarkan tingkat low level dalam minat membaca; (4) ada pengaruh interaksi dari strategi yang digunakan dan minat baca yang diajarkan terhadap prestasi pemahaman membaca. Populasi penelitian adalah mahasiswa semester dua Fakultas Adab di IAIN Raden Fatah Palembang yang terdiri dari 248 siswa. Sampel penelitian ini adalah 84 mahasiswa dengan menggunakan random sampling. Metode penelitian ini adalah metode eksperimental. Penelitian ini dikategorikan dalam (low and high interest). Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: (1) terdapat perbedaan yang signifikan dalam pencapaian pemahaman membaca antara strategi Think-aloud dan strategi konvensional. (2) ada perbedaan yang signifikan dalam pencapaian pemahaman membaca antara strategi think-aloud dengan menggunakan teknik konvensional berdasarkan high interest dalam minat membaca. (3) ada perbedaan yang signifikan dalam pencapaian pemahaman membaca antara strategi think-aloud dengan menggunakan teknik konvensional berdasarkan low interest minat membaca. (4) ada pengaruh interaksi yang signifikan antara strategi think-aloud dan minat membaca terhadap pemahaman membaca.
Nyayu Yayu Suryani

TEACHING SEMANTIC THROUGH JIGSAW MODEL: AN OVERVIEW OF LESSON STUDY FOR LEARNING COMMUNITY (LSLC) IMPLEMENTATION

Lesson Study for Learning Community (LSLC) adalah program yang dilaksanakan untuk memecahkan masalah belajar mengajar di kalangan dosen di ruang kelas di STKIP Muhammadiyah-Kotabumi, Lampung. Proses ini dibagi menjadi 3 langkah yaitu , “PLAN” “DO”, dan” SEE”. Dalam penelitian ini, LSLC diimplementasikan dalam mata kuliah  "Semantik". Semantik adalah salah satu cabang dalam ilmu linguistik yang dipelajari Jurusan Bahasa Inggris STKIP Muhammadiyah-Kotabumi, Lampung. Selama kegiatan belajar mengajar, dosen menggunakan model pembelajaran jigsaw untuk mempermudah materi yang luas yang perlu dipelajari oleh siswa. Dalam program LSLC, dosen diawasi oleh pengamat dalam tiga langkah kegiatan LSLC (Plan, Do, See). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengajaran "Semantik" dengan menggunakan model jigsaw ketika LSLC dilaksanakan. Qualitative narrative digunakan sebagai desain penelitian sementara data dikumpulkan dengan menggunakan observasi kelas. Di atas semua, hasil penelitian ini mempromosikan pemahaman yang mendalam tentang bagaimana pengajaran "Semantik" dengan menggunakan model jigsaw ketika LSLC dilaksanakan.
Bobi Arisandi

KOMUNITAS BELAJAR MAHASISWA SEMESTER III PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DALAM PEMBELAJARAN KETERAMPILAN MEMBACA MELALUI KEGIATAN LESSON STUDY

To improve process of eduacation quality needs inovation that should be done continuously. One of those inovations is by changing the learning paradigm from teacher centered to student centered. So, from this learning is not only focus on students but also how the teacher teaches. One of improvement models to improve the teacher is through lesson study. Lesson study is a creation model of teacher profession collaboratively and continously, based on collegiality principle  that helps each others in learning to build learning community (democartics, openness, and continue). Learning community at the third semester students of STKIP Muhammadiyah is quite good, it looks during learning process of reading subject, they look active, and also they are entusistics to understand the material given. It is done with the member of their group, they can also discuss with another group, but it was found that there are three students who have different attitude with another. It was also one student from second group that did not have motivation during learning process, he is A, and from first group is B, and from third group is Lilik, but the lecturer always guided them because they lack of motivation and interest during discussion, it based on the observation from observers, finnaly it can give suggestion for the lecturer to be better in teaching reading.
Nur Mei Ningsih

THE USE OF GROUP INVESTIGATION TECHNIQUE IN IMPROVING STUDENTS’ SPEAKING SKILL AT TRIDINANTI UNIVERSITY OF PALEMBANG

Tujuan penelitian ini, yaitu untuk mengetahui pengaruh signifikan penggunaan Teknik Investigasi Kelompok terhadap kemampuan berbicara  pada mahasiswa semester tiga di Universitas Tridinanti Palembang pada tahun akademik 2017/2018. Dalam penelitian ini digunakan metode eksperimen. Perlakuan dilakukan dalam tiga pertemuan, yaitu 2x50 menit untuk setiap kelas. Sampel diambil dari dua kelas. Satu kelas sebagai kelas eksperimen dan kelas lain sebagai kelas kontrol yang terdiri dari 10 mahasiswa. Di kelas eksperimen  digunakan Teknik Investigasi Kelompok dan di kelas kontrol digunakan Teknik Menghafal Dialog. Sampel penelitian ini, yaitu mahasiswa semester tiga Program Studi Manajemen di Universitas Tridinanti Palembang. Dalam pegumpulan data digunakan instrumen tes lisan. Instrumen digunakan sebagai pretest dan posttest. Dalam analisis data digunakan SPSS untuk menghitung t-test sampel independen. Setelah dilakukan uji hipotesis, diperoleh bahwa sig. adalah 0,000. dan α = 0,05. Itu berarti Ha diterima karena sig. <α = 0,05. Dengan kata lain, dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh signifikan pengunaan Teknik Investigasi Kelompok terhadap kemampuan berbicara pada mahasiswa semester tiga di Universitas Tridinanti Palembang pada tahun akademik 2017/2018.
Heru Setiawan