Komsospol

KOMSOSPOL journal publishes original research and/or library analysis on Communication Studies which focuses on the study of:
Media, Journalism, Public Relations, Broadcasting, Corporate Social Responsibility (CSR), Content analysis and framing, libraries and information, Marketing Communication, Organizational Communication, Political Communication , Cultural Studies, Ethics and Communication Philosophy, Information Communication Technology (ICT), Health Communication, Disaster Communication, New Media.

Readmore

KOMSOSPOL journal publishes original research and/or library analysis on Communication Studies which focuses on the study of:
Media, Journalism, Public Relations, Broadcasting, Corporate Social Responsibility (CSR), Content analysis and framing, libraries and information, Marketing Communication, Organizational Communication, Political Communication , Cultural Studies, Ethics and Communication Philosophy, Information Communication Technology (ICT), Health Communication, Disaster Communication, New Media.

ISSN
2829-6427 (printed) | 2809-2074 (online)
Published
2025-10-29

Articles

Analisis Framing Zhongdang Pan & Gerald M. Kosicki pada Berita Tempo.co Tentang Ruu Perampasan Aset

Analisis Framing Zhongdang Pan & Gerald M. Kosicki pada Berita Tempo.co Tentang Ruu Perampasan Aset

Pemberitaan mengenai Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset oleh Tempo.co menjadi fenomena yang menarik untuk dikaji. Sebagai media yang dikenal dengan gaya jurnalistik kritis dan independen, Tempo.co tidak hanya menyampaikan informasi faktual, tetapi juga membentuk narasi kompleks yang mencerminkan keterkaitan antara hukum, politik, dan kepentingan publik. RUU Perampasan Aset sendiri merupakan isu yang memicu polarisasi dalam wacana publik, terutama karena berkaitan langsung dengan agenda pemberantasan korupsi.   Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana Tempo.co membingkai pemberitaan mengenai RUU Perampasan Aset dengan menggunakan model framing dari Zhongdang Pan dan Gerald M. Kosicki. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif, dengan metode analisis framing yang mencakup empat struktur: sintaksis, skrip (naratif), tematik, dan retoris. Data dikumpulkan melalui observasi, penelusuran digital, seleksi berita, dan dokumentasi. Validitas data diuji menggunakan teknik audit trail.   Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tempo.co secara konsisten membangun narasi yang kritis terhadap kelambanan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan mendorong percepatan pengesahan RUU sebagai langkah strategis dalam pemberantasan korupsi. Framing dominan yang muncul adalah "Reformasi Hukum vs. Kelambanan Politik", yang terlihat dalam struktur sintaksis dan naratif, antara lain melalui penggunaan frasa seperti "Butuh Keberanian Politik DPR" yang merepresentasikan DPR sebagai lembaga yang lamban dan enggan mengambil risiko. Struktur tematik menempatkan RUU sebagai instrumen utama dalam perang melawan korupsi, didukung oleh sub-tema seperti Non-Conviction Based Forfeiture (NCB) dan perbandingan dengan praktik internasional. Sementara itu, struktur retoris memperkuat narasi melalui penggunaan metafora, kutipan tokoh otoritatif, dan dramatikasi dampak korupsi.   Framing yang dibangun oleh Tempo.co cenderung mengonstruksi opini publik yang pro-pemerintah dan anti-DPR, mencitrakan pemerintah dan aktivis antikorupsi sebagai aktor progresif, sementara DPR diposisikan sebagai penghambat reformasi. Temuan ini menunjukkan potensi pengaruh media dalam membentuk persepsi publik, sekaligus menyoroti pentingnya pemahaman kritis terhadap kompleksitas proses legislasi.

Transforming Annual Events into Strategic Instruments: Applying a Community-Based Marketing Model to Increase Distribution Channel Partner Loyalty (Case Study: Aquaproof Brand)

Persaingan ketat di industri bahan bangunan menuntut perusahaan untuk tidak hanya fokus pada kualitas produk, tetapi juga pada pengelolaan hubungan dengan mitra saluran distribusi, khususnya pemilik toko. Pemilik toko memegang peran ganda sebagai pelanggan sekaligus garda terdepan yang mempengaruhi keputusan konsumen akhir, menjadikan mereka segmen dengan peluang dan risiko tertinggi. Hubungan transaksional konvensional tidak lagi memadai untuk menjamin loyalitas jangka panjang. Penelitian konseptual ini bertujuan untuk merancang sebuah model acara tahunan strategis bagi brand Aquaproof yang dapat memperkuat hubungan dan mengubah mitra menjadi advokat brand. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi kasus, penelitian ini mengaplikasikan kerangka teori utama Community-Based Marketing yang didukung oleh prinsip Relationship Marketing, Experiential Marketing, dan Advocacy Marketing. Hasilnya adalah sebuah model transformasi acara "customer gathering" menjadi "Community Summit" yang berfokus pada tiga pilar utama: (1) Edukasi & Pemberdayaan mitra, (2) Apresiasi & Pengakuan, dan (3) Kolaborasi & Umpan Balik dua arah. Model ini diyakini dapat mengubah peran pemilik toko dari saluran penjualan pasif menjadi advokat brand yang proaktif, sehingga menciptakan loyalitas emosional dan keunggulan kompetitif yang berkelanjutan bagi perusahaan.

Strategi Pemanfaatan YouTube sebagai Media Penyiaran Daring untuk Mendukung Kemitraan Program di TVRI Yogyakarta

This research purpose to determine TVRI Yogyakarta's strategy in utilizing broadcast programs via the YouTube social media platform. The research approach used is descriptive qualitative with data collection techniques including in-depth interViews, observation and documentation. Data analysis is based on Henry Jenkins' Media Convergence theory, New Media Theory, and Digital Marketing Theory to understand the transformation of local television into a digital ecosystem. The research results reveal that TVRI Yogyakarta is carrying out media convergence by utilizing YouTube as an alternative distribution media. The strategies used include repackaging television content into digital format, creating exclusive content, optimizing YouTube Search Engine Optimization, consistent content uploading, active interaction with viewers, and using YouTube Analytics. This research provides theoretical contributions through the integration of three main theories (media convergence, new media, and digital marketing) in the context of local television, as well as practical contributions in the form of recommendations for digital strategies for local television so that it continues to exist in the era of media convergence.

Analisis Strategi Komunikasi Suara Muhammadiyah dalam Membangun Branding Islam di Masyarakat Melalui Rubrik di Majalah Suara Muhammadiyah

Di tengah maraknya narasi Islam yang eksklusif di media, dibutuhkan strategi komunikasi yang membangun citra Islam moderat dan berkemajuan secara terarah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi yang digunakan oleh Majalah Suara Muhammadiyah dalam membangun branding Islam di masyarakat melalui rubrik-rubrik yang dimuat secara berkala. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini mengandalkan data dari analisis isi beberapa edisi majalah serta wawancara dengan tim redaksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rubrik seperti Wawasan, Tafsir, dan Sorotan Utama menjadi media utama dalam menyampaikan pesan-pesan Islam yang kontekstual, inklusif, dan berorientasi pada kemajuan. Strategi komunikasi yang diterapkan bersifat edukatif, argumentatif, dan disusun secara sistematis untuk membentuk persepsi publik terhadap Islam sebagai agama yang mencerahkan dan relevan dengan tantangan zaman. Penelitian ini merekomendasikan penguatan konten digital dan optimalisasi distribusi lintas platform guna memperluas jangkauan audiens dan meningkatkan efektivitas branding Islam yang dibawa oleh Suara Muhammadiyah

Peran Komunikasi Antarbudaya Tour Guide dalam Meningkatkan Pengalaman Wisatawan di Bali.

This research explores the role of intercultural communication performed by tour guides in enhancing tourist experiences in Bali. The study is grounded in the discipline of communication studies, particularly in the field of intercultural communication, where tour guides are positioned as cultural mediators who bridge interactions between tourists and local communities. The topic was selected because the effectiveness of communication between guides and tourists from diverse cultural backgrounds determines satisfaction, loyalty, and destination image. Using a descriptive qualitative method with field research, data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation involving certified tour guides and tourists. Guided by the Anxiety/Uncertainty Management Theory (Gudykunst, 1991) and Face Negotiation Theory (Ting-Toomey, 1999), the study examines how communication competence reduces uncertainty, manages cultural differences, and maintains mutual respect. The findings indicate that tour guides in Bali not only deliver information but also serve as storytellers and cultural interpreters who create meaningful and emotionally engaging experiences. They demonstrate cultural and religious sensitivity by adjusting narratives and behavior according to tourists’ backgrounds, thus fostering inclusive and harmonious interactions. The research contributes theoretically by reaffirming the significance of intercultural communication in tourism contexts and practically by emphasizing the need for continuous training in language, empathy, and cultural adaptation. Ultimately, effective intercultural communication by tour guides enhances satisfaction and strengthens Bali’s image as a welcoming and culturally rich international destination.

Analisis Framing Pemberitaan Thomas Lembong Pada Media Online Kompas.Com

Abstract: Mass media is a means of conveying messages, ideas, and information to the public, which can be conveyed through news, content, or other discourse. The media's crucial role in conveying and disseminating information on an issue can shape and influence public opinion. Such as the issue of determining Thomas Lembong's suspect status, which has become a public spotlight because he is suspected of committing a criminal act of corruption in 2015 which caused losses to the state. The determination of Thomas Lembong's suspect status has become a legal issue reported by various media, such as the online news site kompas.com. This study aims to determine how the online media Kompas.com frames the news regarding the determination of Thomas Lembong's suspect status and to reveal how the news construction is formed through the news. The method used in this study is Robert N. Entman's framing analysis, which includes four elements: problem definition, problem identification, moral judgment, and resolution recommendations. The results show that Kompas.com's coverage of Thomas Lembong's suspect status tends to be neutral and places more emphasis on the legal aspects and the investigative process. The research results show that Kompas.com's coverage of Thomas Lembong's suspect status tended to be neutral, emphasizing the legal aspects and the investigative process. Therefore, this study concludes that the media constructs the reality of an event through reporting in accordance with its perspective and editorial policy.   Keywords: Framing analysis Robert N. Entman, Online media, Thomas Lembong.     Abstrak: Media massa merupakan sarana penyampaian pesan, ide, dan informasi kepada khalayak yang dapat disampaikan melalui berita, konten maupun wacana lainnya. Peran penting media dalam penyampaian serta penyebaran informasi terhadap suatu isu dapat membentuk dan mempengaruhi opini publik. Seperti halnya pada isu penetapan status tersangka Thomas Lembong yang menjadi sorotan publik karena diduga melakukan korupsi di tahun 2015 lalu hingga merugikan negara. Penetapan status tersangka thomas lembong ini menjadi masalah hukum yang diberitakan oleh berbagai macam media seperti dalam situs berita online kompas.com Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana media online Kompas.com dalam membingkai pemberitaan mengenai penetapan status tersangka terhadap Thomas Lembong serta mengungkap bagaimana konstruksi pemberitaan yang terbentuk melalui pemberitaan tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis framing Robert N. Entman yang mencakup empat elemen yaitu pendefinisian masalah, identifikasi masalah, penilaian moral dan rekomendasi penyelesaian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media Kompas.com, pemberitaan penetapan status tersangka Thomas Lembong cenderung netral dan lebih menekankan pada aspek hukum serta proses penyelidikan. Demikian, penelitian ini dapat disimpulkan bahwa media mengonstruksi realitas suatu peristiwa melalui pemberitaan sesuai dengan sudut pandang dan kebijakan redaksional media.   Kata Kunci: Analisis framing Robert N. Entman, Media online, Thomas Lembong.

Indexer Sites