Komsospol

KOMSOSPOL journal publishes original research and/or library analysis on Communication Studies which focuses on the study of:
Media, Journalism, Public Relations, Broadcasting, Corporate Social Responsibility (CSR), Content analysis and framing, libraries and information, Marketing Communication, Organizational Communication, Political Communication , Cultural Studies, Ethics and Communication Philosophy, Information Communication Technology (ICT), Health Communication, Disaster Communication, New Media.

Current Issue

Articles

YOUNG GENERATION AND HOAX DANGER IN THE MIDDLE OF THE COMMUNITY

Hoax news from the past has spread, the types of news also vary. The difference is, in the past, hoax news circulated through word of mouth and it was very dangerous because every hoax news circulating was peppered with words or sentences that were very hurtful. Paper is a medium of information in ancient times. By distributing hoax news in well-packaged leaflets. After that, mobile phones appeared, making it easier for hoax news to circulate. Currently, hoax news is easily spread on social media in a matter of seconds. Various kinds of Social Media that exist in cyberspace today, namely Facebook, Instagram, Line, Whatsaap, Telegram, Mechat, Hago and so on can make it very easy for us to access news or get information compared to us getting information from print media such as newspapers, magazines, Tabloids and so on. The impact on society is very negative, even very serious. Hoax thrives on Social Media, sometimes we can't prevent it. Fighting hoaxes is part of the effort to provide education during the current Covid-19 outbreak. The younger generation can carry out simple socialization in the form of education about hoaxes and start from the surrounding environment, namely family, colleagues and neighbors. Especially now that almost all people in Indonesia use social media in the form of Whatsapp to facilitate the spread of hoax news. The hoax phenomenon is no longer a strange thing in Indonesia. The danger of hoax news makes people restless and anxious because the information received is not known for its truth or accuracy. Due to the rapid growth of communication technology, it is able to make hoaxes circulate quickly in seconds in the community through social media.
rosy daud

THE ROLE OF THE HEAD OF THE NEW MUHAMMADIYAH KEBAYORAN BRANCH IN CHILD PROTECTION EFFORTS

Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan model perlindungan sosial bagi Anak yang dilakukan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kebayoran Baru, Teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui observasi dan wawancara kepada pengurus PCM Kebayoran Baru, data sekunder berupa dokumentasi dan artikel dalam jurnal-jurnal yang terkait dengan penelitian, pendekatan yang digunakan Deskriptif Kualitatif. Dengan hasil penelitian dalam masa-masa pandemi covid-19 kejahatan terhadap anak meningkat,  Anak menjadi korban kejahatan yang sangat rentan, Muhammadiyah Kebayoran Baru memiliki model perlindunan terhadap anak yang terimplementasi dalam bidang Pendidikan, dan sosial, sinergi antara Majelis Pendidikan Dasar Menengah, dengan Amal Usaha Sekolah-sekolah SD, SMP dan SMA dengan Amal Usaha LAZIS-MU Kebayoran Baru dan Majelis Hukum dan HAM memberikan perlindungan sosial terhadap anak.      
Mukhlish Muhammad Maududi Mukhlish

TEKNIK PRODUKSI TVONE DALAM PROGRAM “DAMAI INDONESIAKU”

TEKNIK PRODUKSI TVONE DALAM PROGRAM “DAMAI INDONESIAKU

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis teori model representasi teknik produksi dalam Program Damai Indonesiaku TVOne.Penelitianini menggunakan jeniskualitatif dan didukung oleh data kepustakaan. Hasil dari penelitian ini, menunjukkan teori mode representasiteknik produksi Branston dan Stafford, bahwa: Pertama, teknik produksi kamera videoberupa cahaya dan sumber (posisi), jenis lampu (warna cahaya, area tertutup), kecerahan, intensitas, Lensa atau bukaan, jarak optik ke titik fokus, ukuran gambar. Sensitivitas film atau sensor cahaya, Kecepatan rana dan efek khusus. Kedua, teknik produksi gambar pada kamera videoyaitu: mengubah framing dan komposisi (menggerakkan kamera dan aktor), mengubah sudut pandang, mengambil gambar ketika kamera bergerak. Ketiga,teknik produksi audio adalah: rekaman suara, mengedit dan mencampur suara, stereo dan pertunjukan suara.Adapun teknik produksiprogram Damai IndonesiakuTVOnemenggunakan berbagai macam kamera dengan komposisi framing dan angle gambar yang berfariasi. Teknik pengambilan gambar yang digunakan adalah Wide Angle, Very Long Shot, Medium Long Shot, Long Shot, dan Medium Close Up. Teknik audio menggunakan mixer audio, mikrofon,speaker monitor dan FOH (Front of House). Teknik pencahayaan menggunakan lampu efek, HMI 575-2500 watt dan red head 800 watt dan lain sebagainya.
Lukman Al-Hakim Lukman, Dede Mercy Rolando, Silma Rahmah Alfafa

EKSISTENSI KPID PROVINSI LAMPUNG DALAM MEMPERKUAT SISTEM PENGAWASAN LEMBAGA PENYIARAN

EKSISTENSI KPID PROVINSI LAMPUNG DALAM MEMPERKUAT SISTEM PENGAWASAN LEMBAGA PENYIARAN

Tujuan dari penelitian ini ialah untuk menganalis dan mengkaji secara sitematis dan terperinci eksistensi KPID Provinsi Lampung dalam memperkuat sistem pengawasan lembaga penyiaran yang akan dianalisis menggunakan metode kualitatif. Adapun subjek dalam penelitian ini ialah koordinator bidang pengawasan isi siaran KPID Lampung dan hasil pengumpulan data, penulis analisis mengunakan teknik analisis miliknya Miles and Huberman. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan fakta bahwa KPID Provinsi Lampung merupakan lembaga penyiaran yang dibentuk melalui UU Penyiaran No.32 tahun 2002 yang bersifat independen dan memiliki tujuan untuk mengatur segala hal mengenai penyiaran di Indonesia. Dalam menjalankan peran nya sebagai regulator penyiaran terdapat upaya upaya yang dilakukan guna memperkuat sistem pengawasan yang bertujuan untuk menciptakan program isi siaran yang berkualitas ialah dengan melakukan pembinaan, pengawasan, monitoring, evaluasi serta tindakan. Untuk terus menjalankan peran nya guna mengedepankan program siaran yang berkualitas KPID Provinsi Lampung menciptakan program “KPID Award” guna mendorong penyiaran Lampung menjadi lebih baik dan terus melakukan sosialisasi baik pada pihak internal lembaga penyiaran dengan mensosialiasikan P3SPS serta sosialisasi pada pihak eksternal yaitu mahasiswa, pelajar, guru hingga masyarakat umum lainnya untuk melek media dan berpartisipasi aktif dalam mendukung penyiaran yang lebih baik.  
Dede Mercy Rolando, Lukman Al-Hakim, Silma Rahmah Alfafa

REPRESENTASI DAKWAH ISLAM PADA TAYANGAN MUSLIM TRAVELERS DI NEWS AND ENTERTAINMENT TELEVISION (NET).

REPRESENTASI DAKWAH ISLAM PADA TAYANGAN MUSLIM TRAVELERS DI NEWS AND ENTERTAINMENT TELEVISION (NET). EPISODE MUBALIGH MUDA ASAL INDONESIA DI NEW ZEALAND

Seiring berkembangnya zaman, semakin banyak cara untuk menyampaikan pesan dakwah. Pemanfaatan media massa, seperti tayangan di televisi pun bisa menjadi sarana dakwah untuk menyampaikan nilai Islam dengan konsep masa kini sebagai upaya menghindari kecenderungan dakwah yang monoton.  Apalagi media merupakan bagian dari alat untuk menebarkan pesan dakwah Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana representasi dakwah Islam pada tayangan Muslim Travelers di NET. Episode Mubaligh Muda Asal Indonesia di New Zealand berdasarkan model Roland Barthes dan Christian Metz. Teori yang digunakan pada penelitian ini menggunakan teori semiotika Roland Barthes yang membahas tentang makna denotasi, konotasi, dan mitos pada suatu tayangan, serta Christian Metz yang menganalisis semiotika film pada tayangan Muslim Travelers di NET. Episode Mubaligh Muda Asal Indonesia di New Zealand. Pada penelitian ini didapatkan jika pada makna denotasi, konotasi, dan mitos menunjukkan Islam yang damai, yang pada telaah beberapa episode menemukan 6 dari 8 grand sintagmatik Metz secara keseluruhan. Kesimpulannya jika representasi dakwah Islam yang disampaikan adalah Islam yang rahmatan lil alamin, yang membawa rahmat, kasih sayang, dan menjaga hubungan baik antar sesama manusia, yaitu habluminannas. Kata kunci: Representasi, dakwah, Islam, Muslim Traveler
Marini Marini