Articles

PERANAN GURU DALAM PEMBELAJARAN BAHASA

Teacher is a figure which the position is very important in education. Idealteacher always with their students in or out the class. Then, the teachers’ hearthalways reflected in daily life, not only as the symbol in the office. To be a goodteacher, someone must comprehend about all the materials, can make a goodplanning before teaching, have a good adaptation with the changing, alwaysimprove their ability, and know well about their students. The most important isthe teacher must have good sincere in teaching and learning proccess.
Sri Widayati

A STUDY OF STUDENTS’ ATTITUDE TOWARD LEARNING ENGLISH OF THE TENTH GRADERS IN SMAN 1 ABUNG SEMULI LAMPUNG UTARA

Pembelajaran Bahasa Inggris sebagai bahasa asing banyak dipengaruhi oleh faktor baik internal maupun eksternal. Salah satu faktor internal yang berasaldari diri siswa yakni sikap yang direfleksikan siswa melalui tingkah laku mereka dalam proses pembelajaran Bahasa Inggris di kelas. Bagaimana sikap yangditampilkan siswa akan menentukan tingkah laku, tindakan, dan keterlibatan siswa di dalam proses pembelajaran sehingga berujung pada tingkat pemahamansiswa atau kesuksesan siswa dalam mempelajari suatu materi. Oleh karenanya, agar dapat mengimplementasikan sebuah strategi yang baik, seorang gurupenting untuk mengukur atau megetahui bagaimana sikap siswa terhadap pembelajaran yang diimplementasikan sehingga akan menjadi bahan refleksi bagi guru untuk menentukan strategi yang akan diimplementasikan dalam rangka pencapaian target pembelajaran. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif yang akan menyelidiki sikap siswa terhapap pembelajaran Bahasa Inggris menggunakan metode observasi. Subjek penelitian yakni kelas X IPA 5 diSMAN 1 Abung Semuli yang terdiri dari 32 orang. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan selama 8  (delapan) pertemuan diketahui bahwa siswa kelas X IPA 5 di SMAN 1 Abung Semuli merefleksikan sikap positif terhadap pembelajaran Bahasa Inggris. Oleh karenanya, disarankan agar guru terus mendesain aktivitaspembelajarn yang mampu memunculkan sikap positif siswa terhadap proses pembelajaran Bahasa Inggris
Elis Susanti

PEMBELAJARAN KOLABORATIF PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMK NEGERI 1 KOTABUMI

The problem that will be examined in this article is collaborative learning in Indonesian language subjects at SMK Negeri 1 Kotabumi. The purpose of writingis to describe the application of collaborative learning in Indonesian language subjects at SMK Negeri 1 Kotabumi. Based on the results of reflection, obtainedsome lessons learned such as: a) collaborative learning tools development resulting in more directed learning plan designs, interactive learning media, and more interesting teaching materials, b) the application of teaching collaboration between teachers and lecturers makes the evaluation process learning is better covered, c) the use of collaborative learning methods opens space for teachers and lecturers to discuss so as to improve cooperative skills and improve the quality of learning in schools.
Dewi Ratnaningsih, Septiana Septiana

STUDENTS’ AMBIGUITY IN WRITING AN ESSAY

Menulis merupakan salah satu kemampuan berbahasa yang harus dikuasai oleh siswa. Dengan menulis siswa dapat menuangkan ide, pendapat, dan pikiranyasecara tertulis. Untuk dapat menulis esai dengan baik, hendaknya siswa/mahasiswa menguasai beberapa komponen bahasa yang lain, diantaranyameguasai struktur kalimat (grammar) dengan benar, menguasai dan memiliki perbendaharaan kata yang cukup, dan penggunaan tata ejaan serta tanda bacayang tepat. Sedangkan dalam menulis esai, juga harus memperhatikan tiga bagian esai yaitu diawali dengan paragraf pembuka, kemudian paragraf isi, dan diakhiri dengan paragraf penutup. Namun untuk menulis esai dengan susunan yang baik dan tepat (well organized) tidaklah mudah bagi siswa/mahasiswa. Pada kenyataanya kalimat yang mereka susun masih sering mengalami makna ganda atau ambigu. Ambigu dapat terjadi dalam tiga bentuk diantaranya ambigu dalam bentuk bunyi  (Phonological ambiguity ), ambigu dalam kata (lexical ambiguity), dan ambigu dalam susunan kalimat (grammatical ambiguity).
Rulik Setiani

GANGGUAN BAHASA DALAM PERKEMBANGAN BICARA ANAK

The problem in this article was about the language disorder in the speech development of children. The language disorder on the speech development of children were one of the type of communication disorder that indicate the children who experience the disorders process to use any symbols in language. The language disorder on speech development of children was happened cause there was a disorder on nerves system or abnormalities in related organ that related to the process to use the language and to childrens' speech which occurs due to injury or trauma when they were in prenatal, natal and postnatal. Beside that it could be also caused by the environment at the age of the development of the childrens' language and speech they were did not got a good stimulus. The childrens who experience those difficulties were late in having language development skills. This things could occur in phonology, semantics, and syntax problems so that the childrens was experience the difficulties in transformation that were highly required in communication activities. The handling goals thatcan be done for the children who had the language disorders in speech development was speech therapy, oral motor, and melody intonation.
Masitoh Masitoh

AN INVESTIGATION OF LISTENING COMPREHENSION PROBLEMS ENCOUNTERED BY THIRD SEMESTER STUDENTS OF ENGLISH EDUCATION STUDY PROGRAM AT BATURAJA UNIVERSITY

Penelitian yang berjudul “Investigasi Masalah Pemahaman Mendengarkan yang Dihadapi oleh Mahasiswa Semester Ketiga Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris di Universitas Baturaja” membahas tentang masalah yang dihadapi oleh Mahasiswa Semester Ketiga terhadap Pemahaman Mendengarkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui masalah dominan yang dihadapi siswa dari lima faktor; materi mendengarkan, aspek linguistik, kurang konsentrasi, faktor pendengar, dan pengaturan fisik. Metode deskriptif digunakan untuk menganalisis dan mencari solusi tentang masalah. Penelitian ini dilakukan di Universitas Baturaja. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa semester 3 program Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Baturaja. Jumlah populasi adalah 14 siswa dari satu kelas. Teknik total sampling digunakan untuk memilih satu kelas yang terdiri dari 14 siswa sebagai subjek dalam penelitian ini. Dari kelima faktor tersebut, peneliti mengetahui bahwa faktor kelima sebagai pengaturan fisik menjadi masalah dominan dari pemahaman menyimak sebagai hasil dari jawaban siswa, dari tabel, faktor kelima memiliki 34,86% sebagai persentase dominan, jadi peneliti dapat menyimpulkan bahwa pengaturan fisik adalah masalah utama terutama untuk kehilangan terkonsentrasi dengan kualitas rekaman yang buruk yang dihadapi oleh mahasiswa program studi pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Baturaja.
Henny Yulia, Neti Lastri

MULTIMEDIA PEMBELAJARAN UNTUK PENINGKATAN KREATIVITAS MELUKIS DI TAMAN KANAK-KANAK

Multimedia learning is very near with visual communication. The visualization of concept which is given to the learner as the conbination of pictur, diagram,graph, draft, and chart should become one. Creativity is the origin, suitable,and functional. The origin and the suittable painting of kindergarten is periodic,typology, and other.Painting of kindergarden is a pra-chart periode, while typology is visual and non visual type the indication who seldom appear with painting of children is stereotype, tranparant, lying down, perpendicular, and finanity. There are three creatives personality, they are: 1). open with experience, 2). the ability to evaluate situation based on standars of personality, 3). the ability to do experiment to play with concept. The condition above is used as basic toimprove the ability of kindergarten in peinting. They will play computer, painting, make a creative something if every person has three criterias above so he/she has a good psychology that will support to create a creative creation.
Eny Munisah

THE IMPACT OF PICTURE SERIES TOWARDS STUDENTS’ ABILITY IN WRITING NARRATIVE TEXT

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan gambar berseri sebagai media pembelajaran terhadap kemampuan menulis paragraf narasi siswa. Data dikumpulkan melalui dua test, yakni pre-test dan post-test terhadap dua kelompok siswa. Subyek penelitian adalah siswa kelas delapan  (VIII) di SMP Negeri 22 Bandar Lampung yang terdiri dari 38 siswa dari kelas VIII-H sebagai kelompok kontrol dan 38 siswa dari kelas VIII-G sebagai kelompok eksperimen. Kelompok eksperimen dikenakan perlakuan dengan media gambar berseri sedangkan kelompok control tidak diberi perlakuan. Data diolah dengan menggunakan uji-tterhadap dua sample yang kenakan treatment yang berbeda. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat signifikansi 1% = 2.64, 5% =1.99, dan t-hitung = 12.16, dapat dikatakan bahwa tingkat signifikan lebih kecil dari t-hitung. Dapat disimpulkan bahwa terdapat peranan gambar berseri terhadap kemampuan siswa dalam menulis paragraf narasi. Oleh karena itu disarankan kepada guru untuk menggunakan gambar berseri sebagai media pembelajaran paragrafnarasi untuk meningkatkan kemampuan menulis siswa.
Astirini Swarastuti

KATA SAPAAN KEKERABATAN DALAM MASYARAKAT LAMPUNG SUNGKAI

This article was written to (1) describe the form and use of greeting expression based on lineages in the Lampung Ketapang community, South Sungkai Village,Kotabumi, North Lampung,  (2) describe the form and use of greeting expression based on lineages in the Lampung Ketapang community, Sungkai Selatan Village, Kotabumi, North Lampung. The data in this study consisted of expression of greeting based on lineage in the Lampung community in Ketapang, South Sungkai Subdistrict, Kotabumi, North Lampung. Data has been collected using proficient methods with fishing techniques. The findings of this study are  (1) the form and use of greeting expression based on lineages and based on marital lines.
Windo Dicky Irawan

FOSTERING STUDENTS’ VOCABULARY MASTERY THROUGH CHANGE A STORY GAME AT JUNIOR HIGH SCHOOL LEVEL

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh game Change The Story terhadap penguasaan kosa kata siswa dan nilai rata rata penguasaan kosa katasiswa yang telah belajar kosa kata melalui game Change The Story. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMPN 2 Jati Agung. Tes kosa katadigunakan untuk mengukur penguasaan kosa kata siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa game Change The Story mempengaruhi penguasaan kosa kata siswa. Terlebih lagi, nilai rata rata kosa kata siswa meningkat setelah diberi perlakuan dengan menggunakan game Change The Story sebagai mediapembelajaran kosa kata. Dengan kata lain, game ini berhasil memperbaiki penguasaan kosa kata siswa. Secara praktis game tersebut telah memberikanefek terapi kepada siswa, sehingga mereka dapat memperoleh banyak kosa kata dari pada sekadar merubah isi cerita secara global. Hal ini dapat menjadi satuhal yang menjanjikan bagi guru dan peneliti yang akan datang untuk lebih mengeksplorasi game ini pada keterampilan bahasa yang lain, disamping kosakata sebagai komponen bahasa. Hal ini disebabkan oleh tugas guru untuk mampu memfasilitasi siswa dalam belajar. Tugas ini bisa dilakukan dengancara memberdayakan strategi atau teknik yang tepat dan dengan menciptakan suasana belajar yang kondusif dimana pembelajaran dalam kelas dapat merekarasakan seperti dunia mereka sendiri.
Juni Hartiwi

MEMBANGUN KARAKTER ANAK USIA SEKOLAH DASAR MELALUI KETERAMPILAN BERBICARA

Primary school age is the age of child growing that is the most important part of life. Children are like a sheet of white paper that will hold, and then saveall the scratches that are written on the paper. Likewise, children's memories, what children see will be stored in memory and will be imitated or even madeinto habits in life; this habit will grow into a character of the child later. In the Big Indonesian Dictionary, characters are interpreted as behavior or habits. Therefore, character becomes a very important thing to determine how a person behaves. The factors of character growth in child it self cannot beseparated from the role of parents and teachers as a major source of the role models for children. Errors in educating students that caused by the teachers can be dangerous for the process of children’s mental development. Of course, it will affect the character of the child. One of the bases for educating children is through courage, courage to be honest and courageous to speak up expressing things that become obstacles for children. Speaking skills are one of the media to build brave characters in elementary school-age children, by raising the ability to speak so that the child's mentality will be trained bravely. Especially, brave in expressing things or opinions that the children have from an early age. Therefore, it is hoped that intelligent, skilled, and brave generations will grow and have a strong character base in elementary school age children.
Yasinta Mahendra

PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA MELALUI PROGRAM PENUGASAN DOSEN DI SEKOLAH DASAR NEGERI 04 KOTABUMI LAMPUNG

The improvment of education in Indonesia should be done soon, because the quality of education in Indonesia is lower than others. To improve the quality of Indonesian teacher is by improving the collaboration of teacher competence by Training Lecturer Program at School. This activity will bring the positif effect to high school and the aim school. This program needs lecturer’s commitment to be a teacher in aim school. This activity becomes a new experience and it’s not easy to be done by a lecturer. The lecturer has a new habit there because it is different from their usuall habit. The purposes of Training Lecturer Program at School  (1) giving a new experience in uderstanding and developing the students’ character, managing the activity of learning at school, and comprehending daily experience and sociocultural of society:  (2) producting the device of collaborative learning between lecturer and teacher at aim school;  (3 ) creating the quality of learning by making good atmosphere, the quality of device learning, and improving the successful of students;  (4) improvement the relationship between high school with the aim school in all forms of the quality of learning. By Training Lecturer Program at School, it hopes could improve the quality of education.
Nur Mei Ningsih

CRITICIZING FEMINISM PORTRAYED IN MAYA ANGELOU’S I KNOW WHY THE CAGED BIRD SING THROUGH MINORITY FEMINIST CRITICISM

Karya sasta merupakan salah satu media tulis yang dapat menjadi wadah mengekspresikan ide, pemikiran, imajinasi, dan bahkan karya sastra dapat menjadi refleksi dari suatu sejarah, budaya, dan masyarakat tertentu pada suatu era. Tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk mengkritisi dan menganalisis bagaimana karya sastra dalam bentuk puisi menggambarkan dan merefleksikan sejarah diskriminasi terhadap kaum perempuan terutama kaum perempuan kulit hitam. Artikel ini juga mengkritisi tentang bagaimana diskriminasi terhadap kaum perempuan kulit hitam menstimulasi munculnya feminisme kesustraan African American. Puisi dari Maya Angelou yang dikritisi dalam artikel ini mencerminkan bagaimana fenomena diskriminasi terhadap kaum perempuan kulit hitam ditentang dalam bentuk feminisme oleh penulis puisi tersebut. Sejalan dengan isu feminisme yang menjadi tema dalam puisi, artikel ini mengkritisi fenomena tersebut melalui sudut pandang Minority Feminist Criticism. Minority Feminist Criticism adalah suatu kritik sastra yang menganalisis isu feminisme yang terjadi karena adanya diskriminasi terhadap kaum perempuan yang menjadi kaum minoritas dalam suatu masyarakat tertentu. Artikel ini diharapkan mampu memberi pengetahuan tentang sejarah munculnya era feminisme dalam kesusastraan, jenis-jenis feminisme itu sendiri, dan bagaimana kritik feminisme di aplikasikan dalam analisis karya sastra.
Rini Susilowati

EXPLORING THE USE OF PEER-MEDIATED INSTRUCTIONAL STRATEGY IN EFL READING CLASSROOM

Peer-mediated instruction strategy adalah intervensi kelas yang memberikan bantuan antar para siswa. Diyakini bahwa peer-mediated instruction strategy dapat meningkatkan hasil akademik, sosial, dan komunikasi bagi para siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas Peer-mediated instruction strategy dalam meningkatkan kemampuan pemahaman membaca siswa. Penelitian ini dilakukan di SMAN 5 OKU dan diikuti oleh enam puluh tiga siswa yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Selanjutnya, 30 pertanyaan pilihan ganda digunakan dalam tes membaca pemahaman dan uji-t digunakan untuk mengetahui apakah Peer-mediated instruction dapat membuat perbedaan yang signifikan terhadap pencapaian pemahaman membaca siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik CWPT dan PALS, sebagai dua model Peer-mediated instruction strategy, efektif digunakan sebagai alternatif strategi pembelajaran membaca.
Trisilia Devana, Merie Agustiani