Articles

EKRANISASI CERPEN FILOSOFI KOPI KARYA DEWI LESTARI (DEE) KE DALAM FILM FILOSOFI KOPI SUTRADARA ANGGA DWIMAS SASONGKO SEBAGAI ATERNATIF BAHAN AJAR DI SEKOLAH MENENGAH ATAS

The core of the research is ekranisasi of short story Filosofi Kopi becomes the film of Filosofi Kopi. The aim of the research is to describe ekranisasi of short story Filosofi Kopi becomes film of Filosofi Kopi. The result of the research shows that there is enkranisasi shorthenage, addition, and the change of the plot of story, setting, and characters in the form of short story becomes film. Short story and film of Filosofi Kopi can be used as a choice of literature learning, especially learning of ekranisasi because to fulfill criteria of the choice of learning material such as language, psychology, and culture.
Sri Widayati

URGENSI KONSELING MULTIKULTURAL DI SEKOLAH

Every culture certainly has a different customs that will form the habit of a student in being. When the counselor and counselee met in the counseling process the counselor should first understand its cultural background.The counselling needed as solutions to the problems that arise.  Morever faced conselors consist of student of different cultural background. Theefore, cross cultural counselor mus be aware ofthe studental  values wich prssesses, second, crosss cultural counselor must be aware of the characteristics of counseling in general, third croos-cultural counselor must be aware of the influence of ethnicity and tthey must have attention to surroundings, fourth, croos-cultural counselor could not encourage one client to understanding the culture or te values owned counselors, and fifth cross-cultural counselor in implementing counseling must use ecletic approach. The counselor with a keen sensitivity better understand and appreciate the cultural bias between the counselor and counselee which is predicted to be able to direct the counselee to develop optimally.
Elizar Elizar

LEARNING MATERIAL DEVELOPMENT OF ESSAY WRITING THROUGH PLAN AND WRITE IN STKIP MUHAMMADIYAH KOTABUMI

Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (R&D). Tujuan penelitian ini untuk mengembangkan bahan ajar menulis esai (Essay Writing) melalui PLAN dan WRITE di STKIP Muhammadiyah Kotabumi dan untuk mengetahui efektifitas bahan ajar menulis esai terhadap hasil belajar mata kuliah Essay Writing. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode R&D yang terdiri dari 10 langkah namun peneliti hanya membatasi sampai dengan langkah ketujuh antara lain: studi pendahuluan, pengumpulan data, desain/penyusunan bahan ajar, validasi bahan ajar, revisi bahan ajar, ujicoba bahan ajar, dan yang terakhir revisi produk bahan ajar. Bahan ajar yang disusun terdiri dari 7 Bab/Unit, bahan ajar disusun merujuk pada buku panduan akademik dan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) dalam satu semester yaitu untuk mahasiswa semester 3 Prodi pendidikan bahasa inggris. Bahan ajar juga telah divalidasi oleh dua ahli materi dan satu ahli desain dan media, berdasarkan hasil dari validasi bahan ajar oleh ketiga ahli tersebut bahwa bahan ajar termasuk dalam kategori sangat baik dan layak untuk diujicobakan. Ujicoba melalui tes menulis esai dan angket. Berdasarkan hasil tes dapat disimpulkan bahwa bahan ajar yang telah dikembangkan sangat efektif untuk pembelajaran mata kuliah Essay Writing, itu dibuktikan dengan nilai rata-rata kelas 3B yaitu 80,3 lebih tinggi dibandingkan nilai rata-rata kelas 3A yaitu 74,4, sedangkan berdasarkan hasil angket, ketiga aspek bahan ajar termasuk dalam kategori sangat baik.
Rulik Setiani dan Dewi Sri Kuning

INSTRUCTION AS INFLUENTIAL FACTORS TOWARD THE RATE OF CHILDREN IN LEARNING ENGLISH VOCABULARY

Kosakata merupakan salah satu hal yang penting untuk dikuasai dalam proses pembelajaran Bahasa Inggris, baik bagi orang dewasa maupun anak-anak. Artikel ini ditujukan untuk menggali lebih dalam tentang instruksi atau proses pengajaran itu sendiri dan faktor-faktor lainnya yang mempengaruhi tingkat kecepatan anak-anak belajar kosakata bahasa Inggris. Di dalam artikel ini dipaparkan beberapa tekhnik yang efektif yang diaplikasikan di kelas untuk keefektifan proses pembelajaran kosakata seperti; demonstrasi dengan menggunakan gambar, objek-objek yang menyerupai benda aslinya,  demonstrasi gerak tubuh, gambar dari buku, dan diagram. Selain itu, teknik yang dapat diaplikasikan di kelas, yaitu dengan memberi konteks makna dari bahasa target dengan definisinya dalam bahasa keseharian anak-anak. Hal lain yang dipaparkan di artikel ini adalah bagaimana instruksi atau proses pengajaran berpengaruh pada tingkat kecepatan anak-anak mempelajari kosakata. Selanjutnya dari instruksi atau proses pengajaran itu sendiri muncul beberapa faktor yang memengaruhi tingkat kecepatan anak-anak mempelajari kosakata, yaitu kemampuan guru mengemas proses pembelajaran, motivasi anak-anak itu sendiri, dan dukungan yang optimal, baik dari orangtua maupun guru.
Rini Susilowati

MOOD STRUCTURE TYPE OF THE CLAUSE ANALYSIS IN ENGLISH TEXT BOOKS OF SMA: A DISCOURSE STUDY BASED ON SYSTEMIC FUNCTIONAL LINGUISTIC THEORY

This study aims at analyzing mood structure type of the clause on recount and procedure text in English textbooks of SMA where it was analyzed based on the mood structure types of the clause. It was designed as a descriptive qualitative study and discourse analysis. Data were collected through documentation method. The technique in collecting the data is by determining the source to be investigated, determining the supporting resources, and seeking the recount and procedure text on the English textbook. The Data were analyzed using Mood structure analysis suggested by M.A.K Haliday. In analyzing the data, the activities did by deep reading, identifying, classifying, analyzing, and calculating the percentages. Based on the results of the data analysis, the findings of this research can be stated as follows: (1) There are some types of mood structure in the English textbooks of SMA at the tenth grade students which published by Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional especially on recount text, they are indicative: declarative mood (99,41%), indicative: interrogative mood (0,59%), and imperative mood (0%). (2) The results of mood structure type on procedure text are indicative: declarative mood (25,62%), indicative: interrogative mood (0%), and imperative mood (74,38%). (3) The results in the textbook which published by Yudhistira especially on recount text are indicative: declarative mood (98,94%), indicative: interrogative mood (1,06%), and imperative mood (0%), and also on procedure text are indicative: declarative mood (25%), indicative: interrogative mood (0%), and imperative mood (75%).
Fatimah Kesuma Astuti

KAJIAN STRUKTURAL SASTRA LISAN PEPACCUR MASYARAKAT LAMPUNG PEPADUN DALAM PROSESI PENGAMBILAN GELAR ADAT

Pepaccur is a type of Lampung poetry which contains advice or message in the customary degree ceremony. In this research, data was collected from several regions belonging to the Lampung Abung community, such as Kotabumi Ilir, Blambangan Pagar, Surakarta, Bumi Agung, and Mulang Maya. The problem that will be examined in this study is about the structure contained in Pepaccur. The purpose and benefits of this study are (1) to determine the Pepaccur structure in the Pepadun community in the procession of taking traditional titles; (2) to revitalize Pepaccur Lampung Pepadun people. Descriptive method through qualitative approach is the method used in this study. Data collection techniques used in this study are (1) observation, (2) recording, and (3) interview. Data analysis techniques are carried out by identifying the Pepaccur structure. Based on ethnographic studies that are used as a foothold in this study the Pepaccur structure consists of a framework, diction, sound, tone, and class. (1) Pepaccur framework. Of the 6 Pepaccur text samples, there is only one Pepaccur text that does not have an opening stanza, ie in Pepaccur II text. In addition, the Pepaccur II text is also a text in the form of stories to bind Lampung women. (2) Pepaccur's diction. Based on the results of the analysis, the diction used by people who are Pepaccur is a diction related to marriage. (3) Pepaccur sounds. the sound found in Pepaccur text analysis is a sound pattern abc / abc, ab / ab, aa / aa, a / a. (4) Pepaccur tones. The tone in Pepaccur's text is advising. (5) figurative language. The figurative language found in the Pepaccur text includes; allegory, metaphor, and simile.
Dewi Ratna Ningsih dan Windo Dicky Irawan

ANALISIS ETIKA KOMUNIKASI SISWA MELALUI PENDIDIKAN KARAKTER ISLAM DI SMA KOTA TANGERANG SELATAN

This study aims at analyzing the factors affecting students to speak dirty words as an improper action in communication and understanding Islamic Character Building approach to solve their communication ethics. In addition, the study also describes the influence of environment, school and society in their roles on their communication ethics. The populations in this study are all high school students, approximately 10.092 students, in Southern Tangerang using purposive sampling which determines the subjects in the study according to the requirement of data representation to obtain depth of knowledge. The number of samples in this study is 2.5% of the whole population, approximately 252 subjects which are equally distributed on the 12 schools being observed. In this regard, each school represents 21 subjects. Meanwhile, the study applies observation, interviews and documentation to collect the research data. In addition, it uses Domain Analysis, Taxonomy Analysis, Componential Analysis and Analysis of Cultural Themes to process the data. As the result, the frequency of speaking bad words in the study shows 98 % of respondents (247 respondents) stated “frequently”, 1.6 % (4 respondents) said “sometimes” and only 0.4 % (1 respondent) answered “never”. Regarding the dirty words spoken, the study obtains list of words consisting of names of animals such as monkey, dogs or pig, names of sexual organs and terms such as dick or fuck and so on. In addition, it indicates that the partners in the communication are peers, siblings or things that stimulate angers. Meanwhile, the reactions displayed by the partners in the communication vary, such as acting normal, showing anger, laughing or ignoring. At last, the study results in the factors affecting the students to speak dirty words are spontaneity, joke, anger, habits, irritability, response to a mock and environment influence.
Junaidi Junaidi

THE EFFECTIVENESS OF ACROSTICS METHOD IN IMPROVING STUDENTS VOCABULARY ACHIEVEMENT AT SEVENTH GRADE STUDENTS OF MTS AL- FURQON PRABUMULIH

Masalah penelitian ini berkaitan dengan penggunaan metode akrostik dalam mengajar kosakata. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah metode akrostik efektif digunakan dalam pengajaran kosakata kepada siswa kelas tujuh Madrasah Tsanawiyah Al-Furqon Prabumulih. Dalam penelitian ini, metode pra-eksperimen digunakan. Populasi penelitian ini adalah semua siswa kelas tujuh di Madrasah Tsanawiyah Al-Furqon Prabumulih. Jumlah total populasi penelitian ini adalah 121 siswa dan sampel adalah 31 siswa untuk kelompok eksperimen yang diambil dengan menggunakan cluster sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan tes. Tes ini terdiri dari 26 item dalam bentuk pilihan ganda. Data yang diperoleh melalui tes dan analisis dilakukan dengan menggunakan t-test independen di SPSS 21. Hasilnya ditemukan skor rata-rata pretest adalah 34,23 dan skor rata-rata post-test adalah 74,56. Dan berdasarkan perhitungan t-test, nilai Sig. (2-tailed) = 0,000 kurang dari tingkat signifikansi (a = 0,05). Nilai t diperoleh = 11,549 lebih dari ttabel = 1,693 dengan df = 32, dan nilai og Sig. (2 - tailed) adalah 0,000. Itu kurang dari tingkat signifikansi (a = 0,05). Berdasarkan hasil ot t-test yang telah diberikan, dapat disimpulkan bahwa efektif mengajar kosa kata dengan menggunakan metode acrostics kepada siswa kelas tujuh Madrasah Tsanawiyah Al Furqon Prabumulih.
Henny Yulia

KETERAMPILAN MENULIS SURAT YANG BAIK DAN BENAR

In the daily life, someone always uses communication tools to connect and talk with others. One of the communication tools used is by writing letters. A letter is a communication tool in written form with the aim that someone can communicate to convey information, messages, questions or in accordance with the wishes of the author. In accordance with this objective, there are several requirements that must be taken into account in making the letter. In fact, there are many more mistakes that we often encounter in terms of tattooing the letter. For the diagnosis of this paper is made with the aim to know the systematic way of writing letters that are good and true. Information or messages that can be conveyed well by the readers.
Vidya Octa Sari

AGE AND CHILD LANGAUGE ACQUISITION

Anak-anak bervariasi dalam perkembangan kemampuan berbicara dalam bahasa mereka. Namun, mereka mengikuti perkembangan alami untuk menguasai keterampilan bahasa. Ciri-ciri anak dalam  berbahasa, yaitu mereka menggunakan bahasa mereka sepenuhnya untuk meminta informasi praktis yang mereka kurang pahami. Mereka telah belajar dua hal tentang bahasa dan mereka mengucapkan serangkaian kata-kata yang tidak terlalu berbeda dengan yang lain yang mereka dengar sepanjang hari. Dalam menggunakan bahasa, anak-anak menemukan beberapa kesulitan. Seorang anak dengan masalah bahasa mungkin dapat mengucapkan kata-kata dengan baik, tetapi tidak dapat menyatukan lebih dari dua kata. Ucapan anak lain mungkin sulit dimengerti, tetapi dia mungkin menggunakan kata dan frasa untuk mengungkapkan ide. Anak lain mungkin berbicara dengan baik, tetapi mengalami kesulitan mengikuti arahan. Ada beberapa cara untuk membantu masalah anak-anak, seperti (1) menghabiskan banyak waktu untuk berkomunikasi dengan anak-anak, bahkan selama masa bayi - berbicara, bernyanyi, dan  peniruan bunyi dan gerak-gerik, (2) dimulai sedini mungkin, yaitu usia 6 bulan. Buku atau papan buku atau buku bergambar sesuai usia dapat mendorong anak-anak untuk melihat saat Anda menamai gambar, dan (3) menggunakan situasi sehari-hari untuk memperkuat bahasa dan ucapan anak-anak. Misalnya, beri nama makanan, tunjuk benda, dan lainnya.
Dewi Sartipa

COOPERATIVE LEARNING METHOD; HOW IT DOES INFLUENCE SPEAKING SKILL AT THE TERTIARY LEVEL?

Beberapa abad terakhir, penelitian pembelajaran Bahasa Inggris semakin berkembang dan konsep tentang pembelajaran kooperatif menjadi suatu hal yang banyak dibahas oleh banyak peneliti selama ini. Tujuan dari penelitian ini adalah menginvestigasi pengaruh pembelajaran kooperatif—metode group investigasi—terhadap keterampilan berbicara. Jenis penelitian ini adalah quasy experimental design dengan non-equivalent pretest-posttest design. Sampel penelitian diambil secara purposive dari mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris di STKIP Muhammadiyah Kotabumi. Mereka dibagi menjadi dua kelas yaitu group eksperimen (N:34) dan group kontrol (N:34). Instrumen yang digunakan adalah tes performa berbicara. Validasi instrument menggunakan expert-judgement dan inter-rater reliability untuk menguji reliabilitas. Analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif dan inferensial. Hasil analisis data menunjukan bahwa kemampuan mahasiswa dalam berbicara menjadi lebih baik setelah diberi perlakuan metode pembelajaran kooperatif. Lebih jauh lagi, hasil dari penelitian ini diharapkan menjadi informasi yang berguna untuk peneliti yang akan datang yang akan menggali lebih jauh tentang metode pembelajaran kooperatif terutama jenis group investigasi.
Asep Hardianto

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS MULTIMEDIA MENGGUNAKAN ADOBE FLASH CS6 PADA PENGENALAN AKSARA LAMPUNG DI SEKOLAH DASAR

This research was a research and development which aimed at developing a learning media based multimedia using adobe flash CS6 applied in Lampung alphabetics material in Elementary school level. This research development consisted of seven stages: (1) indentification of the problem; (2) data collection; (3) product design; (4) design validation; (5) revision; (6) product try out; (7) product revision. This learning media has been validated by those who are expert in the related material and the one who is expert in design and media. Refering to the expert of material and the expert of design and media, it is found that the learning media met the appropriateness standard with grade “very satiesfying” meaning that the media is recommended to be implemented as a learning media at school. The try out was conducted throughout pretest and posttest given to the 1 class of SDN 4 Tanjung Aman consisting of 28 students in order to measure the students’ score before and after the teaching and learning process using this learning media. The data analysis used was normality, homogeneity, and t-test analysis. The result of independent t-test shows that the significant value (0,00) is less than the value of   (0,05). Therefore, it reveals that the use of learning media based multimedia using Adobe flash CS6 is appropriate to be used in teaching Lampung alphabetics material.
Yulina dan Khusnul Khotimah