Komsospol

KOMSOSPOL journal publishes original research and/or library analysis on Communication Studies which focuses on the study of:
Media, Journalism, Public Relations, Broadcasting, Corporate Social Responsibility (CSR), Content analysis and framing, libraries and information, Marketing Communication, Organizational Communication, Political Communication , Cultural Studies, Ethics and Communication Philosophy, Information Communication Technology (ICT), Health Communication, Disaster Communication, New Media.

Readmore

KOMSOSPOL journal publishes original research and/or library analysis on Communication Studies which focuses on the study of:
Media, Journalism, Public Relations, Broadcasting, Corporate Social Responsibility (CSR), Content analysis and framing, libraries and information, Marketing Communication, Organizational Communication, Political Communication , Cultural Studies, Ethics and Communication Philosophy, Information Communication Technology (ICT), Health Communication, Disaster Communication, New Media.

ISSN
2829-6427 (printed) | 2809-2074 (online)
Published
2024-10-31

Articles

Budaya Komunikasi Digital Dalam Menanggapi Obituari

This transformation leads to a change in communication culture from the conventional era to the new media era. The concept of cyberculture arises from phenomena that occur in cyberspace and cyber media. Culture, in this case, is the values that develop through interactions between individuals who use the media, social interaction is a dynamic relationship involving individuals, groups, or between individuals and groups. This process is essential for individual survival, because without interaction, individuals find it difficult to survive. In this study, researchers are interested in examining the digital native communication culture formed due to the use of WhatsApp in responding to Obituaries. This type of research uses qualitative research. The data collection techniques carried out were online and offline interviews and observations made through chat history and activities using WhatsApp features by informants. The results showed that there was a change in communication culture in the conventional era to the new media era, in responding to obituaries. The culture formed is about speed in delivering information but negating the value of emotional closeness. Keywords: Communication Culture, New Media Era, WhatsApp, Obituary

Solidaritas Aceh Untuk Pengungsi Rohingya: Fachrul Reza Pada Media Getty Image, Postmodernisme

Penelitian ini mengkaji representasi solidaritas masyarakat Aceh terhadap pengungsi Rohingya melalui karya fotografi Fachrul Reza yang dipublikasikan di Getty Images, dengan pendekatan teori postmodernisme. Subjek penelitian ini adalah masyarakat Aceh dan pengungsi Rohingya yang terlibat dalam proses penyelamatan dan penerimaan pengungsi di wilayah Aceh. Teori postmodernisme digunakan untuk memahami bagaimana karya fotografi tersebut mencerminkan nilai-nilai solidaritas dalam konteks lokal dan global, serta bagaimana visualisasi tersebut dapat mengaburkan batas-batas tradisional antara pencitraan dokumenter dan ekspresi artistik. Selain itu, penelitian ini juga mengeksplorasi hubungan antara postmodernisme dan nilai-nilai Islam, terutama dalam konteks empati dan kemanusiaan yang diajarkan dalam ajaran Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui lensa postmodernisme, karya Reza tidak hanya mendokumentasikan peristiwa kemanusiaan, tetapi juga mengkritisi narasi media arus utama tentang krisis pengungsi. Fotografi Reza berhasil menangkap esensi solidaritas dan kemanusiaan masyarakat Aceh, serta mengajak penonton untuk merefleksikan kembali peran media dalam membentuk persepsi publik terhadap isu-isu global. Dengan demikian, penelitian ini mengungkapkan bahwa representasi visual memiliki kekuatan untuk menginspirasi empati dan tindakan nyata, serta memberikan wawasan mendalam tentang dinamika solidaritas di era postmodern.

Makna Wanita Tangguh di Program Tayangan Satu Indonesia di NET. Episode Mama Aleta Baun

Wanita merupakan mahluk yang sering dianggap lemah. Keberadaan wanita sering dipandang sebelah mata. Hal ini membuat perbedaan perwakilan antara wanita dnegan pria. Satu Indonesia juga merupakan sebuah program acara talkshow di NET. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, yaitu pendekatan yang digunakan untuk memperoleh data melalui analisis tayangan Satu Indonesia episode Mama Aleta Baun, Pejuang Lingkungan Hidup dari Timor, yang mendapatkan penghargaan dari Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) sebagai Pemenang Kategori Program Peduli Perempuan melalui teori semiotika Roland Barthes. Dalam penelitian ini, menggunakan analisis teori semiotika Roland Bathes. Dalam konsep Roland Bathes, terdapat tingkatan makna yang menjadi pembeda dalam menganalisis, yang mana terdiri atas makna denotasi, konotasi, dan mitos. Hasil dari penelitian ini didapatkan jika terdapat penggambaran makna tangguh dalam tayangan satu Indonesia di NET. dalam episode Aleta Baun.

Analisis Komunikasi Pemasaran Dalam Meningkatkan Pemasaran UMKM Kempelang Tunu Di Baturaja

Peran komunikasi dalam proses pemasaran sangat penting untuk membantu memasarkan produk. Komunikasi pemasaran adalah sarana yang dilakukan dalam membantu menginformasikan, mempromosikan, dan membujuk konsumen agar menggunakan produk yang dipasarkan. Dalam era digital ini, pemasaran tidak hanya dilakukan secara langsung. Sudah banyak cara dan media yang dapat digunakan dalam membantu memasarkan suatu barang ataupun jasa. Pada penelitian kali ini, peneliti tertarik untuk membantu salah satu UMKM yang menjual makanan ringan yaitu kempelang tunu yang ada di Baturaja. Dalam pemasarannya peneliti menggunakan bauran komunikasi pemasaran berupa personal selling, direct marketing, dan advertising. Bauran komunikasi pemasaran tersebut dilakukan melalui media sosial Instagram dan facebook. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data secara observasi yang akan diolah secara deskriptif.

Implementasi Media Digital Melalui Komunikasi Pemasaran Pada Instagram SMA Muhammadiyah 1 Kotabumi

Perkembangan tekonlogi telah menciptakan ruang baru bagi kegiatan komunikasi pemasaran yang dapat dilakukan secara digital. Komunikasi pemasaran digital menjadi media efektif dalam mendorong brand awareness sebuah lembaga pendidikan ditengah krisis atau persaingan. SMA Muhammaidyah 1 Kotabumi menjadi mitra penelitian ini. Masalah yang sedang dihadapi SMA Muhammadiyah 1 Kotabumi adalah kurangnya pengetahuan dan pemahaman dalam mengelola media sosial sebagai media komunikasi pemasaran sekolah dalam meningkatkan minat siswa dan brand awareness. Implementasi media digital mengenai komunikasi pemasaran digital yang dilakukan melalui metode PAR  (Participation Action Research). Hasil dari penelitian ini terdapat penerapan media digital melalui komunikasi pemasaran melalui pembuatan konten-konten terbaru.

Wacana Larangan Musik di Medsos: Kontestasi Tafsir Dalil dan Latar Belakang Ideologi Tokoh Dakwah

This research explores the discourse on the prohibition of music in Islam as discussed on social media, focusing on the contestation of interpretations of religious propositions by missionary figures and their ideological backgrounds. The study employs a qualitative approach, using critical discourse analysis methods to examine the discourse on the prohibition of music within the social media landscape in Indonesia. Data were collected from YouTube and TikTok and analyzed through three stages: micro, meso, and macro. At the micro stage, the analysis centers on linguistic details and text structure, including the choice of words, sentences, and metaphors used to construct arguments for the prohibition of music. At the meso stage, the analysis examines how propositions and arguments are organized and connected to form a coherent discourse. At the macro stage, the discourse is analyzed within a broader social and ideological context, considering the role of social media, religious ideology, and interpretations of religious propositions. Data coding and categorization techniques were employed to identify the main themes, rhetorical strategies, and socio-ideological contexts that shape the discourse on music prohibition, ensuring a systematic and comprehensive analysis. The findings indicate that social media has become an arena for the contestation of religious discourse, where figures with various ideological backgrounds interact and compete to influence public opinion. Interpretations of the law regarding music vary, ranging from a conservative approach that prohibits music outright to a moderate approach that recognizes music's potential for missionary purposes. This research also reveals how social media influences individuals' religious views and practices, with users actively participating in discussions and contributing to the dissemination of discourse.  

Indexer Sites