Pola Komunikasi Interpersonal dalam Membangun Solidaritas Remaja
Abstract:
Interaksi sosial remaja dalam komunitas lokal memiliki peran penting dalam membentuk hubungan sosial serta memperkuat solidaritas di lingkungan masyarakat. Pada fase remaja, kebutuhan untuk berinteraksi, diterima oleh kelompok sebaya, dan membangun identitas diri mendorong terjadinya komunikasi interpersonal yang intens. Namun, perkembangan teknologi komunikasi dan perubahan gaya hidup dalam beberapa tahun terakhir turut memengaruhi pola interaksi remaja, khususnya berkurangnya intensitas komunikasi tatap muka. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi kualitas hubungan sosial dan tingkat solidaritas di lingkungan tempat tinggal remaja. Oleh karena itu, pemahaman mengenai pola komunikasi interpersonal remaja dalam konteks komunitas lokal menjadi penting untuk dikaji.Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pola komunikasi interpersonal remaja serta menganalisis perannya dalam membangun solidaritas sosial di RT 01 Desa Skalekan, Klaten Tengah. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner terbuka. Informan penelitian berjumlah tujuh orang remaja yang dipilih secara purposive berdasarkan kriteria keaktifan dalam kegiatan lingkungan dan pengalaman berinteraksi dengan remaja lain.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi interpersonal remaja didominasi oleh interaksi langsung melalui berbagai aktivitas lingkungan, baik formal maupun informal. Komunikasi antarremaja ditandai oleh keterbukaan, keakraban, empati, dan rasa saling percaya. Pola komunikasi yang dialogis dan partisipatif tersebut mendorong terbentuknya kerja sama, kebersamaan, serta partisipasi aktif remaja, sehingga memperkuat solidaritas sosial di lingkungan komunitas lokal.