Pecahan merupakan salah satu materi matematika yang kerap menimbulkan miskonsepsi pada siswa, baik dalam memahami konsep, menerapkan prosedur operasi, maupun melakukan perhitungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan hasil belajar matematika siswa melalui penerapan pendekatan pembelajaran kontekstual dengan memanfaatkan konteks kuliner lokal Kota Lubuklinggau berbantuan media Kahoot. Pemilihan topik ini didasarkan pada temuan awal yang menunjukkan bahwa siswa masih mengalami kesulitan dalam memahami pecahan senilai, membandingkan pecahan, dan menyederhanakan pecahan karena pembelajaran belum sepenuhnya dikaitkan dengan representasi konkret dan pengalaman sehari-hari siswa. Penelitian ini dilaksanakan pada 23 siswa kelas IV melalui tahapan pra siklus, Siklus I, dan Siklus II, yang mencakup perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Data diperoleh melalui tes hasil belajar, observasi aktivitas guru dan siswa, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan ketuntasan belajar dari 13% pada pra siklus menjadi 61% pada Siklus I, kemudian meningkat menjadi 87% pada Siklus II. Nilai rata-rata kelas juga meningkat dari 60,21 menjadi 71,96 dan mencapai 80,43. Aktivitas siswa mengalami peningkatan dari 47% pada pra siklus menjadi 66% pada Siklus I dan 93% pada Siklus II. Temuan ini menunjukkan bahwa pembelajaran kontekstual berbantuan Kahoot dengan konteks kuliner lokal dapat membantu siswa memahami konsep pecahan secara lebih rill, interaktif, dan bermakna. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap penguatan strategi pembelajaran kontekstual berbasis budaya lokal serta pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran di sekolah dasar.