Potensi Pengembangan Ternak Kambing di Kabupaten Lampung Utara

Published: Jun 18, 2022

Abstract:

Ternak kambing merupakan jenis ternak mudah sekali beradaptasi dengan lingkungan pakan, meskipun dengan pakan dengan serat tinggi. Dalam rangka meningkatkan ketahanan pangan ternak kambing merupakan salah satu komoditas ternak yang cukup berpotensi untuk dikembangkan dan sebagai sumber pangan penyedia protein asal hewan yang baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi potensi pengembangan kambing di Kabupaten Lampung Utara dengan menggunakan Location Quotient Analysis (LQ analysis) dan analisis kapasitas tampung ternak. Data yang digunakan pada penelitian adalah data sekunder yang dihimpun data berbagai sumber seperti Badan Pusat Statistik daerah dan Dinas Pertanian Kabupaten Lampung Utara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kabupaten Lampung Utara memiliki luas panen /ubi kayu (singkong) yang cukup serta banyaknya limbah pertanian yang masih bisa dimanfaatkan oleh peternak, terutama peternak kambing untuk dapat dijadikan pakan. Lampung utara dapat menghasilkan 59.653,8 BK/kg/tahun yang artinya mampu untuk memenuhi total kapasitas tampung ternak kambing sebanyak 266.308,9 satuan ternak (ST) atau 1.864.162,3 ekor ternak kambing.

Keywords:
1. Pengembangan Ternak
2. kambing
3. Potensi wilayah peternakan
4. Lampung Utara
Authors:
woki bilyaro
How to Cite
bilyaro, woki. (2022). Potensi Pengembangan Ternak Kambing di Kabupaten Lampung Utara. Journal of Agriculture and Animal Science, 2(1). https://doi.org/10.47637/agrimals.v2i1.530

Downloads

Download data is not yet available.
References
  1. Hidayat, H., Pagala, M. A., & Zulkarnain, D. (2020). Basis Pengembangan Kawasan Sapi Potong Berdasarkan Luas Tanaman Perkebunan dan Tanaman Pangan di Kabupeten Muna. Jurnal Sosio Agribisnis, 5(1), Article 1. https://doi.org/10.33772/jsa.v5i1.9916
  2. Iswandi, R. M. (2018). Analisis Komoditas Basis dan Non Basis Sub Sektor Peternakan di Kecamatan Kusambi Kabupaten Muna Barat. JIA (Jurnal Ilmiah Agribisnis) : Jurnal Agribisnis dan Ilmu Sosial Ekonomi Pertanian, 3(1), 7–11.
  3. Khadijah, N., Hadi, S., & Maharani, E. (2019). Analisis Agribisnis Sapi Potong di Kabupaten Siak Provinsi Riau: Jurnal Agribisnis, 21(1), 23–35.
  4. Pagala, M. A., Zulkarnain, D., & Munadi, L. O. M. (2020). Kapasitas Daya Tampung Hijauan Pakan Ternak dan Hasil Ikutan Perkebunan Kelapa Sawit di Kecamatan Tangge tada Kabupaten Kolaka. Jurnal Sosio Agribisnis, 5 (2), Article 2. https://doi.org/10.33772/jsa.v5i2.9918.
  5. Pakpahan, R., & Pane, D. (2019). Identifikasi Peternakan Kambing Lokal Ditinjau dari
  6. Village Breeding Center (VBC) di Kecamatan Sayurmatinggi Tapanuli Selatan. Jurnal Sain Peternakan Indonesia, 14(4), 332–337. https://doi.org/10.31186/jspi.id.14.4.332337.
  7. Perwitasari, F. D., Bastoni, B., & Arisandi, B. (2019). Analisis Pendapatan Usaha Ternak Domba Secara Intensif Di Kabupaten Cirebon. Jurnal Ilmu Ternak Universitas Padjadjaran, 19(1), 1. https://doi.org/10.24198/jit.v19i1.18648.
  8. Syafrudin, A. I., Pangestu, E., & Christiyanto, M. (2020). Nilai Total Digestible Nutrient pada Bahan Pakan By- Product Industri Pertanian sebagai Pakan Kambing yang diuji secara In Vitro. Jurnal Sain Peternakan Indonesia, 15(3), 302–307.
  9. Tiven, N. C. (2019). Potensi Pengembangan Peternakan Kambing Di Kabupaten Kepulauan Aru Provinsi Maluku. Jurnal Ilmu Ternak Universitas Padjadjaran, 19(1), 10-12